KESATU.CO – BANDUNG, Bagi korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), apa pun sektornya, menorehkan performa dan kinerja mentereng merupakan keniscayaan. Hal itu pun berlaku pada PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero).
Berdasarkan pelapran kinerja keuangannya, hingga Mei 2024, perbankan Merah Putih ini mencatat kinerja bisnis yang kinclong.
Pelaporan keuangan menunjukkan, hingga Mei 2024, PT BNI Tbk (Persero) menyalurkan kredit bernilai super masif. Secara tahunan, mominalnya menggeliat 12,62 persen atau menjadi Rp708,89 triliun.
Luar biasanya, gelontoran pembiayaan PT BNI Tbk (Persero) hingga Mei 2024 itu melebihi perkembangan rata-rata kredit perbankan nasional.
Kucuran kredit yang bernilai jumbo itu berefek positif. Di antaranya, PT BNI Tbk (Persero) berhasil membukukan Interest Income atau pendapatan bunga bernilai Rp26, 09 triliun atau bergeliat 4,82 persen secara tahunan. Sedangkan nilai Net Interest Income (NII) perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini bernominal Rp 15,28 triliun.
Tidak hanya gelontoran kredit yang mentereng, hingga Mei 2024, PT BNI Tbk (Persero) pun meraup laba bernilai sultan. Tidak tanggung-tanggung, angkanya Rp8,56 triliun.
Baca Juga: Dua Hal Ini Jadi Masalah Serius BPR: Kredit Macet dan Modal Inti Minimum
Bagaimana dengan perkembangan dana?
Hingga Mei 2024, perbankan pelat merah ini mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK), yang terdiri atas Current Account Saving Account (CASA) alias dana murah dan dana mahal bernilak total Rp 888,85 triliun.
Komposisi nilai kelolaan CASA antara lain hingga Mei 2024 pada posisi 70,91 persen, melebihi pencapaian Mei 2023, yang besarnya 69,73 persen atau menjadi Rp 559,11 triliun.
Sisa dana kelolaan yakni, 29,09 persen merupakan deopositot atau dana mahal. Angkanya Rp229,34 triliun. (*)
