KESATU.CO – BANDUNG, Berbagai upaya dilakukan pemerintah demi tecapainya stabilitas pasokan dan terpenuhinya kebutuhan pangan nasional, khususnya komoditas beras. Satu di antaranya importasi.
Ada beberapa negara yang menjadi pemasok beras bagi Indonesia. Antara lain, Thailand. Bahkan, kabarnya, Indonesia berencana mengimpor beras dari China.
Bagaimana perkembangan importasi beras dari China?
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum lama ini, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), mengungkapkan, rencana pihaknya mengimpor beras dari China tidak terealisasi.
“Ada lima negara yang menjadi pemasok beras dalam program pengadaan beras luar negeri 2023-2024. Yaitu, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Pakistan. China dan India tidak termasuk,” tandas Bayu Krisnamurthi.
Pada program pengadaan beras luar negeri itu, Bayu Krisnamurthi menjelaskan, pada tahun ini, pemerintah mengizinkan jajarannya untuk mengimpor sebanyak 3,6 juta ton.
Volume impor beras yang diizinkan pemerintah pada 2024 itu lebih banyak daripada 2023, yakni 3,2 juta ton.
Baca Juga: Jadi Pionir di Asia Tenggara, Jabar Punya Penghasil Green Hydrogen: PLTP Kamojang
Realisasi importasi beras 2024, lanjut Bayu Krisnamurthi, yakni sekitar 2,5 juta ton. Volume beras impor itu termasuk kontrak sebanyak 300 ribu ton beras.
“Tahun lalu, realisy impor beras sebanyak 2,92 juta ton. Sebanyak 300 ribu ton di antaranya, baru tiba di Indonesia pada Januari 2024. Itu karena, berdasarkan izinnya, beras impor sebanyak 300 ribu ton itu baru bisa tiba di tanah air pada awal 2024” papar Bayu Krisnamurthi.
Sedangkan pengadaan beras domestik selama 2023, imbuhnya, sebanyak 1,07 juta ton.
Pada sisi lain, Bayu Krisnamurthi mengemukakan, saat ini posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1,35 juta ton.
Pada akhir 2024, lanjutnya, volume CBP berpotensi lebih banyak karena bertambah 900 ribu ton karena adanya importasi beras. Artinya, jelas Bayu Krisnamurthi, apabila tambahan 900 ribu ton beras impor terealisasi, pada Desember 2024, posisi CBP sebanyak 2,45 juta ton.
Pemanfaatannya, tuturnya, yakni sebanyak 450 ribu ton, pada program Bantuan Pangan periode Oktober dan Desember sebanyak 450.000 ton.
Lalu, kata dia, sebanyak 500 ribu ton pada program Beras Stabilisasi Pasokan-Harga Pangan (SPHP).
Seandainya kedua program itu bergulir sesuai rencana, ketersediaan CBP pada akhir 2024 yakni 1,5 juta ton. (*)
