KESATUCO – Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Agus Rachman Mustafaa, menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan jalur nyata penyerapan aspirasi masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.
Hal itu disampaikannya saat Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Lapangan Renyah, Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Baca Juga: Kampung Melon Sukajaya, Agrowisata Edukatif Dongkrak Ekonomi Desa
Sejumlah isu krusial mencuat dalam dialog terbuka, di antaranya akses pendidikan, layanan kesehatan, serta bantuan sosial yang dinilai masih perlu pembenahan dari sisi ketepatan sasaran dan kualitas pelayanan.
Menurut Agus, reses menjadi momen penting bagi anggota DPRD untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Selama dua periode menjabat, ia mengaku konsisten turun ke lapangan agar kebijakan yang diperjuangkan di DPRD benar-benar berangkat dari kondisi riil warga.
Baca Juga: Reses DPRD Sukabumi, Agus PKB Soroti Hilangnya Anggaran P2RW 2026
“Reses ini adalah kesempatan untuk mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang disampaikan tidak akan berhenti di catatan, tapi kami perjuangkan melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, seluruh masukan warga akan diklasifikasikan sesuai kewenangan dan dibahas bersama perangkat daerah terkait.
Agus menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif agar setiap persoalan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Baca Juga: Peringati HPN 2026, PWI Kota Sukabumi Ziarah dan Tabur Bunga
Sebagai anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi yang membidangi kesejahteraan rakyat, Agus menilai isu pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial masih menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Karena itu, ia berkomitmen mengawal kebijakan publik agar berpihak pada kepentingan warga.
“Pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar. Kebijakan yang lahir harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Reses tersebut juga menjadi ruang evaluasi bagi masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat.
Baca Juga: Realisasi BPHTB Lampaui Target, Ayep Zaki Dorong PAD Sukabumi Naik Rp650 Miliar
Salah satu warga Gunungpuyuh, Jaenal, menilai Agus Rachman Mustafa sebagai legislator yang mudah diakses dan responsif terhadap aspirasi warga.
“Setiap ada persoalan, Pak Agus selalu membuka ruang komunikasi. Aspirasi warga, khususnya soal pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial, bisa ditindaklanjuti,” ungkap Jaenal.
