KESATU.CO – Sebanyak 264 atlet peserta Wali Kota Depok Padel Cup 2026 telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis dilakukan Wali Kota Depok Supian Suri bersama Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Ferdian Handriansyah, di Dept Hause, Depok, Minggu (18/10/2026).
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Depok, Ibnu Rusdan, mengatakan perlindungan jaminan sosial penting bagi atlet untuk menghadapi risiko yang mungkin terjadi saat beraktivitas.
Menurutnya, upaya meraih prestasi perlu diimbangi perhatian terhadap keselamatan.
“Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kami ingin memastikan para atlet mendapatkan perlindungan dari risiko yang mungkin terjadi,” ujar Ibnu dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (19/10/2026).
Ia juga menekankan bahwa jaminan sosial bukan sekadar kartu kepesertaan, melainkan dukungan bagi peserta dan keluarganya ketika menghadapi risiko.
Salah satu program yang tersedia adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program ini memberikan perlindungan terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, termasuk manfaat pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi atlet, manfaat JKK berkaitan dengan risiko cedera yang masuk dalam cakupan program. Penerapan perlindungannya tetap mengikuti ketentuan program dan status kepesertaan masing-masing peserta.
Selain JKK, BPJS Ketenagakerjaan memiliki program Jaminan Kematian (JKM). Program ini memberikan manfaat kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia sesuai ketentuan yang berlaku.
Ibnu mengajak atlet, komunitas olahraga, dan penyelenggara kegiatan untuk memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia juga mendorong mereka memastikan kepesertaan sesuai dengan aktivitas yang dijalankan agar perlindungan dapat dimanfaatkan berdasarkan ketentuan program.
Ibnu berharap Wali Kota Depok Padel Cup 2026 dapat meningkatkan pemahaman insan olahraga mengenai jaminan sosial.
“Melalui Wali Kota Depok Padel Cup 2026, kami berharap perlindungan jaminan sosial semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh insan olahraga,” ujarnya.
Ia berharap perlindungan tersebut dapat membantu atlet berkompetisi dengan lebih tenang sekaligus menjaga kesejahteraan mereka dan keluarga dari risiko sosial ekonomi.(***)
