KESATU.CO, PURWAKARTA — Penanganan dampak bencana pergerakan tanah yang melanda Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, memasuki babak baru.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, terus mendorong jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait untuk mempercepat proses penyediaan lahan relokasi bagi warga terdampak.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan proses pembangunan rumah baru yang dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (Kang Dedi), dapat segera direalisasikan tanpa hambatan administratif maupun teknis di lapangan.
Penuntasan Kendala Lahan Relokasi
Peristiwa pergerakan tanah yang terjadi pada pertengahan Juni 2025 lalu menyisakan trauma mendalam sekaligus kerugian material bagi masyarakat setempat.
Tercatat sebanyak 48 unit rumah mengalami kerusakan berat hingga tak lagi aman untuk dihuni. Selain itu, 25 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 84 jiwa terpaksa mengungsi demi keselamatan jiwa.
Selama masa tanggap darurat dan transisi, warga terdampak menempati beberapa lokasi penampungan sementara.
Sebagian dari mereka memilih menumpang di rumah kerabat, menyewa rumah kontrakan, dan sebagian lainnya diungsikan secara komunal di area Kantor Desa Pasirmunjul.
Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Purwakarta bergerak aktif berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengamankan lahan yang memadai dan memenuhi standar keamanan dari ancaman pergeseran tanah susulan.
Sinergi Pemkab Purwakarta dan Pemprov Jabar
Om Zein menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat penyiapan lahan relokasi ini hingga tuntas. Ia menyampaikan permohonan maaf atas waktu yang dibutuhkan dalam proses inventarisasi dan legalitas lahan, namun memastikan bahwa kini lokasi relokasi telah siap sepenuhnya untuk digunakan.
“Siap salah Pak Gubernur, maaf atas keterlambatan penyediaan tanah untuk relokasi bencana Pasir Munjul Sukatani. Alhamdulillah kini sudah clear,” ujar Om Zein saat memberikan keterangan terkait progres lahan relokasi tersebut.
Pernyataan tersebut merespons kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi yang siap membangun hunian baru bagi para korban.
Sinergi antara Pemkab Purwakarta dalam menyediakan lahan dan Pemprov Jabar dalam pembangunan fisik rumah diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga Pasir Munjul.
Harapan Baru Warga Pasirmunjul
Dengan selesainya tahap penyediaan dan pembebasan lahan relokasi ini, tim teknis dari dinas terkait diproyeksikan segera melakukan pematangan lahan (land clearing) serta pengukuran batas tapak bangunan.
Koordinasi intensif terus dilakukan agar tahap pemancangan tiang pertama dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Upaya percepatan relokasi ini menjadi angin segar bagi 84 jiwa pengungsi yang telah menantikan kepastian hunian tetap yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman bencana alam.
Pemkab Purwakarta juga memastikan fasilitas penunjang seperti akses jalan, saluran air bersih, dan jaringan listrik akan disiapkan secara beriringan dengan pembangunan unit rumah.***
