KESATU.CO – BANDUNG, Berpredikat sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan membuat Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengusung misi besar, yakni menciptakan ketahanan dan stabilitas, baik harga maupun stok.
Karena itu, berbagai cara dan upaya dilakukan Perum Bulog. Yang terbaru, Perum Bulog berjabat tangan dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) untuk berkolaborasi lebih harmonis.
Misi kerja sama itu yakni menambah dan memperkuat produktivitas hasil pertanian, tidak hanya pada hulu, tetapi juga hilir agar ketersediaan pangan dalam negeri semakin kokoh.
Melansir beberapa sumber, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog, menyampaikan, sinergi antara jajarannya dan Perpadi pun bisa menjadi dasar sinergi pengadaan beberapa komoditas pangan, utamanya beras pada sektor hulu-hilir.
Bentuknya, lanjut dia, beragam. Misalnya, sebut Bayu Krisnamurthi, partnership on farm. Lalu, kata dia, pengolahan dan pergudangan.
Berikutnya, tambah dia, berupa penyaluran, pendistribusian, dan penjualan. Termasuk, sahutnya, memperkuat komunikasi, khususnya, berkenaan dengan beras dan komoditas pangan lainnya.
Baca Juga: Sempurnakan Pelayanan, KAI Punya Fasilitas Baru Bagi Wanita Menyusui: Ruang Laktasi
Dalam kerja sama dengan Perpadi itu pun, tambahnya, terbuka peluang untuk membentuk partnership budidaya pertanian melalui Program Mitra Tani Perum Bulog.
Lalu, kata Bayu Krisnamurthi, yakni berkampanye untuk mengakselerasi dan memperkokoh kehadiran serta peran mendorong petani muda.
Yang tidak kalah krusialnya, tegas Bayu Krisnamurthi, sinergi itu pun sebagai upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Juga menambah pengadaan gabah dan beras petani sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang dimiliki kedua pihak serta turut memperlancar penyaluran dan penjualan beras (petani),” papar dia.
Menanggapi kolaborasi Perum Bulog dan Perpadi, Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), meresponnya secara positif.
Dia berpendapat, kolaborasi itu bisa menambah volume penyerapan beras petani dalam negeri sebanyak 600 ribu ton selama 2024, yang merupakan penugasan pemerintah kepada Perum Bulog. (*)
