KESATU.CO – BANDUNG, Melayani sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat, merupakan misi utama yang diusung setiap korporasi public service.
Misi itu pun menjadi keniscayaan bagi korporasi public service berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Terbukti, hingga kini, PT KAI (Persero) terus melakukan dan menerapkan beragam strategii serta cara agar pelayanan sekaligus pemenuhan kebutuhan transportasi publik tetap prima.
Satu caranya, diterapkan PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Yakni, mulai 1 Februari 2025, seiring dengan pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2025, PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung menjadikan Stay Rancaekek termasuk titik pemberhentian Pasundan (Kiaracondong- Surabaya Gubeng).
Baca Juga: Karena Hal Ini, BTN Akusisi Bank Victoria Syariah“Titik pemberhentian di Stasiun Rancaekek itu berlaku bagi seluruh perjalanan Pasundan, baik yang menuju Surabaya Gubeng maupun Kiaracondong,” tandas Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daop 2 Bandung.
Predikatnya sebagai titik pemberhentian, lanjut Ayep Hanapi, berarti masyarakat bisa bepergian ke wilayah timur menggunakan Pasundan, yang hanya mengaktifkan satu kelas yaitu Kelas Ekonomi, bertarif Rp270 ribu-Rp290 ribu, dari Stasiun Rancaekek.
Pasundan yang menuju Surabaya Gubeng, ujar Ayep Hanapi, kereta itu berhenti sekitar tujuh menit, yakni pukul 11.20 WIB-11.27 WIB.
“Harapan kami, berhentinya Pasundan di Stasiun rancaekek, semakin menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat. Tidak itu saja, hal itu pun menjadi upaya kami memperkuat konektivitas antar wilayah.” pungkas mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon tersebut. (win)
