KESATU.CO – BANDUNG, Bergulirnya agenda rendah emisi karbon alias Net Zero Emission (NZE) yang dicanangkan pemerintah terealisasi pada 2060, korporasi-korporasi Badan Usaha Milik! Negara (BUMN) sangat aktif menggelorakan kampanye The Green Energy.
Caranya memanfaatkan potensi The Newable & Renewable Energy alias Energi Baru-Terbarukan (EBT).
Buktinya, PT Perusahaan Listrik! Negara (PLN) (Persero) besera anak usahanya, PT OLN (Persero) Indonesia Power (IP) berkolaborasi dengan anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina (Persero), Geothermal Energy (PGE).
Kesepakatan ketiga korporasi Merah Putih itu terjalin pada ajang Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) Ke-10.
Dalam ajang itu, ketiganya sepakat meneken kerja sama Consortium Agreement pengembangan dua Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Yakni pengembangan PLTP Lahendong Binary Unit berkapasitas 15 Mega Watt (MW) dan PLTP Ulubelu Binary Unit berkapasitas 30 MW.
Dalam penjelasannya, Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), mengemukakan, sinergi dengan PT PLN IP dan PT PGE adalah upaya strategis mengoptinalkan pemanfaatan EBT agar NZE 2060 bisa tercapai secara lebih terakselerasi.
Darmawan Prasodjo menjelaskan, berkenaan dengan pengembangan The Green Energy, pemanfaatan geothermal atau panas bumi termasuk prioritas utama jajarannya, yang sangat serius menggarap transisi serta transformasi energi.
Karenanya, tegas dia, butuh sebuah sinergi kuat berbagai pihak agar pemanfaatan dan pengelolaan geothermal bisa optimal.
Edwin Nugraha Putra, Direktur Utama PT PLN IP menambahkan, ada sejumlah pertimbangan mengapa bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero), pihaknya menggarao geothermal secara lebih serius.
Dia berpendapat sebagai sumber energi geothermal punya beragam keunggulan. Antara lain, geothermal tidak bergantung pada kondisi cuaca, tidak seperti beberapa sumber The Green Energy lainnya, seperti angin dan air.
Jadi, tegasnya, geothermal merupakan komoditas atau sumber energi andalan berkenaan dengan pemanfaatan EBT demi terealisasinya NZE 2069.
Bicara soal lingkup kerja sama tersebut, Edwin Nugraha Putra menuturkan, cakupannya yakni PLTP Cogeneration Binary Unit yang memiliki potensi menghasilkan energi listrik 230 MW, melalui pembangunan PLTP Ulubelu Binary Unit dan PLTP Lahendong Binary Unit. (*)
