KESATU.CO – BANDUNG, Dalam perekonomian ada sejumlah elemen krusial yang harus dalam kondisi mumpuni. Di antaranya, cadangan devisa negara.
Namun, informasinya, cadangan devisa Indonesia periode November 2024 sedikit tergerus. Apa sebabnya?
Kepada media, Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), mengemukakan, pada November 2024, Indonesia memiliki cadangan devisa bernilai 150,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp2.379.91 triliun.
Ramdan Denny Prakoso mengatakan, nilai cadangan devisa periode November 2024 itu lebih sedikit daripada bulan sebelumnya yang nominalnya 151,2 miliar dolar AS atau Rp2.397,10 triliun.
Merosotnya cadangan devisa periode November 2024, jelasnya, disebabkan pembayaran Utang Luar Negeri (ULN).
Baca Juga: Bank BJB Kian Bersinar, Koleksi Penghargaannya Bertambah, Raih Investing on Climate Award
Meski sedikit tergerus, Ramdan Denny Prakoso mengklaim bahwa posisi cadangan devisa periode November 2024 itu tidak berpengaruh pada perekonomian nasional.
Dia menyatakan, level cadangan devisa tersebut. tetap aman karena setara pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor segera pembayaran ULN pemerintah.
Angka cadangan devisa itu pun lanjut dia, masih melebihi standar kecukupan level internasional, yakni tiga bulan impor.
Karenanya, tegas dia, posisi cadangan devisa periode November 2024 tetap bisa menjadi penopang dan penyokong stabilitas ekonomi makro, sistem keuangan, dan ketahanan sektor eksternal. (win)
