KESATU.CO – BANDUNG, Selama ini, mungkin, belum banyak publik yang mengetahui tentang berapa banyak kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk perjalanan kereta.
Terungkap, kebutuhan BBM lokomotif kereta begitu masif. Dalam satu kali perjalanan, setiap lokomotif bisa menenggak ribuan liter BBM jenis solar.
Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengatakan, saat ini, pihaknya mengoperasikan ratusan perjalanan kereta setiap harinya.
Terdiri atas, sebut Ayep Hanapi, 44 perjalanan per hari kereta jarak jauh. Lalu, sebanyak 60 perjalanan per hari kereta lokal atau Commuter Line. Kemudian, sahutnya, 44 perjalanan per hari kereta feeder sebagai fasilitas bagi para penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh.
Agar seluruh perjalanan itu lancar, akan, dan nyaman, kata Ayep Hanapi, pihaknya mengaktifkan 24 unit lokomotif, yang seluruhnya dalam kondisi prima karena secara rutin menjalani perawatan berkala.
Baca Juga: Kapan Proyek Pembangunan BIUTR Bergulir? Simak Penjelasan Pemkot Bandung
Lalu, berapa banyak kebutuhan BBM dalam setiap perjananan kereta?
Gilang Faturohman, Kepala Depot Induk (Dipo) Lokomotif PT KAI Daop 2 Bandung, mengungkapkan, proses pengisian BBM pada lokomotif berlangsung sebelum keberangkatan.
Jenis BBM yang pihaknya gunakan untuk kereta penumpang, tuturnya, yakni BBM -subsidi. Berbeda dengan kereta barang, seperti pengangkut baru bara, peti kemas, dan sebagainya.
“BBM untuk kereta angkutan barang yang kami gunakan bukan jenis subsidi, melainkan non-subsidi,” kata dia.
Soal berapa banyak kebutuhannya, Gilang Faturohman menyampaikan, rata-rata, lokomotif jenis CC berkapasitas 3 ribu liter solar per hari.
“Volume BBM sebanyak 3 ribu liter itu untuk satu kali perjalanan yang titik akhirnya terjauh, yaitu Surabaya,” jelas Gilang Faturohman.
Ketika hendak bertolak ke Bandung lagi, sahutnya, pengisian BBM berlangsung di DIPO Surabaya.
Lain halnya dengan perjalanan kereta menuju Jakarta. Dia mengatakan, BBM sebanyak 3 ribu liter itu cukup untuk perjalanan Bandung-Jakarta dan sebaliknya. (*)
