KESATUCO – Enumerator Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sambangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Tim yang berjumlah sepuluh orang tersebut, direncanakan akan berkeliling ke 44 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Berdasarkan data yang dihimpun, kehadiran Tim SSGI yang dipimpin Tatu ini, untuk mengetahui status gizi balita di Kabupaten Sukabumi.
Hal itu tentu saja dengan berbagai metoda pengumpulan data.
Baca Juga: Dari Coba-coba, Kini AgenBRILink di Desa Balung Situbondo Ini Jadi ‘Bank Mini BRI’
Kehadiran Tim SSGI tersebut disambut baik Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Apalagi, hasil pengumpulan bahan informasi SSGI bisa menjadi informasi untuk ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
“Hasil SSGI akan kita kaji dan intervensi melalui berbagai kebijakan di Kabupaten Sukabumi,” ujar Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata.
Meskipun, selama ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah berupaya semaksimal mungkin. Terutama dalam hal penanganan stunting.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah melakukan berbagai intervensi yang menurut kami komprehensif,” ucapnya.
Terkait kehadiran Tim SSGI, Boyke meminta dinas terkait dapat membantunya. Terutama dari sisi kemudahan akses bagi Tim SSGI dalam mendapatkan data.
Baca Juga: Uang Aman Hati Tenang, Ini Cara Mudah Atur Limit Transaksi di BRImo
“Tolong dinas terkait dapat membantu mereka (Tim SSGI). Apalagi mereka akan bertugas di Sukabumi cukup lama dan mengeliling 44 kecamatan,” ungkapnya.
Ketua Tim SSGI Tatu mengatakan, menegaskan terdapat berbagai metoda yang dilakukan untuk memperoleh data seperti wawancara hingga pengumpulan antropometri.
“Proses pengumpulan data sekarang itu lewat aplikasi,” pungkasnya.
