KESATU.CO – BANDUNG, Sebenarnya, peran dan fungsi lembaga-lembaga Negara, khususnya korporasi-korpoasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat banyak. Begitu juga dengan korporasi BUMN sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Selain melayani dan memenuhi kebutuhan transportasi publik bagi masyarakat di negeri ini, PT KAI (Persero) juga punya peran lain yang tidak kalah krusial. Yakni menjaga aset-aset negara.
Demi terselamatkannya aset-aset negara, hingga kini, PT KAI (Persero) terus aktif dan gencar menertibkan aset-aset negara, baik berupa lahan maupun bangunan.
Dalam keterangannya, Anne Purba, Vice President Public Relation PT KAI (Persero), mengungkapkan, selama tahun ini, yakni Januari-18 November 2024, pihaknya menertibkan aset berluas ratusan ribu meter per segi.
“Yakni seluas 775.069,39 meter persegi lahan dan bangunan. Nilainya melebihi Rp1 triliun, yaitu Rp 1.007.491.607.828,” tandas Anne Purba
Pada dua tahun terakhir, yakni 2022-2023, pihaknya pun menyelamatkan aset negara yang total luasnya hampir mencapai 1,8 juta meter persegi dan bernilai melebihi Rp3,5 triliun.
Pada 2022, ungkap Anne Purba, aset negara berupa lahan dan bangunan yang pihaknya selamatkan berluas 933.058,21 meter per segi. Nominalnya, sebut dia, Rp 1.696.107.018.408.
Baca Juga: Ditutup Pemerintah, Eh, Warga Nekat Bongkar Perlintasan Ciroyom, Penjara Menanti Sang Pelaku
Sedangkan pada 2023, imbuh mantan Vice President Corporate Secretary PT KAI (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) ini, pihaknya menyelamatkan aser berluas729.680,32 meter persegi yang nominalnya Rp 2.086.050.525.471.
Keberhasilan jajarannya menyelamatkan aset-aset negara, tutur Anne Purba, berkat kolaborasi solid dengan beberapa stakeholder. Di antaranya, kata Anne Purba, pemerintah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), kejaksaan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan lainnya.
Penertiban dan penyelamatan aset-aset itu, Anne Purba menyatakan, membuat pihaknya bisa lebih berkontribusi bagi masyarakat dan negara. Caranya, jelas dia, melalui pengelolaan aset secara optimal.
“Umpannya, menerapkan konsep komersial mellalui pola kerja sama pengelolaan aset,” ujarnya.
Saat ini, dj Jawa-Sumatera, beber Anne Purba, pihaknya memiliki dan mengelola beragam aset. Antara lain, sahutnya, 569 stasiun, yang rata-rata mengaktifkan 320 perjalanan kereta jarak jauh dan lokal yang pihaknua kelola secara langsung.
Lalu, katanya, 14 perjalanan 14 perjalanan kereta lokal yang dikelola PT KCI dan 42 perjalanan yang pengelolaannya oleh PT KAI (Persero) Bandar Udara (Bandara).
Bicara pola komersial pengelolaan aset, Anne Purba mengemukakan, pihaknya bersinergi dengan sejumlah korporasi, yang beberapa di antaranya berbendera BUMN serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Yakni, ucapnya, sinergi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Persroda) alias bank bjb dalam hal pengelolaan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek (Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi).
Kemudian, tukasnya, kolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng berkenaan dengan pengelolaan Stasiun Tawang Semarang.
Termasuk, ujar Anne Purba, pengelolaan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas bersama PT Bn Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero). (win)
