KESATU.CO – BANDUNG, Torehan kinerja apik nan mentereng merupakan misi yang senantiasa diusung setiap korporasi perbankan, terutama yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Satu di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (Persero).
Seperti apa pencapaiannya selama 2024?
Berdasarkan pelaporan keuangannya, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) semakin tajir. Pasalnya, menjelang tutup buki, tepatnya hingga November 2024, perbankan Merah Putih itu membukukan laba bersih bernilai mewah, yakni Rp47,17 triliun.
Raupan laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (Persero) hingga November 2024 tersebut bergeliat 4,67 persen secara tahunan.
Ada beberapa faktor yang menunjang masifnya perolehan laba bersih korporasi perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) tersebut. Antara lain, penyaluran kredit.
Hingga November 2024, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) menyalurkan pembiayaan yang nominalnya bertambah 22,69 persen secara tahunan. Artinya, posisi penyaluran kredit PT Bank Mandiri Tbk (Persero) hingga November 2024 yakni Rp1.283,44 triliun.
Hebatnya, geliat penyaluran kredit PT Bank Mandiri Tbk (Persero) tersebut melebihi rata-rata industri perbankan nasional, yang menggeliat 10,79 persen secara tahunan.
Baca Juga: Nataru KAI Benar-benar Siap 100 Persen, Aktifkan Posko Pelayanan, Begini Penjelasan Sang Bos
Jumbonya penyaluran pembiayaan atau kredit itu menjadi keuntungan luar biasa bagi PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Hal itu tercermin pada Net Income Interest yang bergairah 5,23 persen secara tahunan atau menjadi Rp68,55 triliun.
Sumber penghasilan lain yang membuat PT Bank Mandiri Tbk (Persero) semakin kaya raya yakni komisi, fee, dan administrasi. Angkanya Rp15,99 triliun, lebih banyak 12,83 persen daripada pencapaian hingga November 2023.
Bagaimana soal pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK)?
Hingga November 2024, PT Bank Mandiri Tbk (Persero) mengelola dana bernilai super jumbo, yaitu Rp1.367,08 triliun, bertambah 14,67 persen secara tahunan.
Giro, yang termasuk dalam unsur dana murah atau Current Account-Saving Account (CASA), mengalami pergerakan luar biasa. Perkembangan giro secara tahunan, hingga November 2024 pada level double digit, yaitu 17,90 persen atau menjadi Rp581,49 triliun.
Elemen CASA lainnya, tabungan, juga menunjukkan pergerakan positif, yaitu 12,34 persen secara tahunan atau posisinya menjadi Rp505,02 triliun.
Sedangkan deposito, yang merupakan bagian dana mahal, hingga November 2024, bergeliat 12,46 persen secara tahunan atau menjadi Rp280,55 triliun. (win/*)
