KESATUCO – Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al Fath menjadi lembaga pendidikan dengan jumlah santri yang relatif banyak. Bahkan, santrinya pun berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.
“para siswa atau santri yang belajar di tempat kami berasal dari 24 provinsi di Indonesia. Bahkan jumlah siswa atau santri terbanyak berdasarkan data di wilayah Kota Sukabumi,” ujar Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath, KH. Fajar Laksana, Sabtu, 11 Januari 2025.
Tingginya animo masyarakat terhadap Ponpes Al Fath yang memiliki jenjang pendidikan dari PAUD hingga kampus ini, lantaran outputnya yang sangat luar biasa.
Pasalnya, para alumni santri sudah banyak yang tersalurkan untuk bekerja dan membuka usaha sendiri.
“Output pendidikan itu bukan hanya sekedar siswa atau santri menjadi pintar atau cerdas karena sudah menyandang gelar sarjana. Akan tetapi output pendidikan hasilnya adalah kerja atau memiliki usaha, karena ilmu yang dicari bukan banyaknya akan tetapi tepat gunanya,” ucapnya.
Selain itu, perkembangan pembentukan karakter akhlak para santri pun sangat diperhatikan.
Baca Juga: Bukti OJK Semakin Garang: Terapkan Sanski bagi Puluhan Pinjol dan Belasan Multifinance, Ini Dasarnya
Termasuk pembekalan ilmu agama Islam, baik itu ibadah salat wajib dan sunnah, puasa, berdzikir dan hafalan Alqur’an.
“Para santri di tempat kami ditargetkan harus hafal Alquran sebagai syarat kelulusan mereka,” ungkapnya.
Tak hanya itu saja, para santri pun masih tetap dalam pengawasan ustaz dan ustazah ketika liburan sekolah dan pulang ke rumah mereka. Hal itu agar para santri tidak lalai beribadah.
“Karena untuk tahfidz Alquran ada istilah Tasmi’ dan Muroja’ah sebuah metode menghadap alquran. Jangan sampai siswa yang libur tidak menghapal alquran bisa lupa beberapa juzz yang telah mereka hapal. Makanya kami pantau terus dan ingatkan mereka melalui orang tuanya di rumah,”
bebernya.
