KESATU.CO – BANDUNG, Bagi korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), pemenuhan kebutuhan pangan, utamanya komoditas beras, merupakan hal krusial. Hal itu sebagai daya dukung tercapainya target pemerintah, yakni swasembada pangan.
Karena itu, demi terciptanya ketahanan dan swasembada pangan, baik ketersediaan maupun harga jual, di Tatar Pasundan, tahun ini, Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar menyiapkan sejumlah jurus. Satu di antaranya, berkomitmen untuk terus menyerap beras petani.
“Penyerapan itu baik secara komersial maupun sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah).yang pada 2025 mengalami penyesuaian,” tandas Saldi Aldryn, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jabar.
Dia menegaskan, saking besarnya komitmen demi stabilitas pangan, pihaknya siap mengemban tugas yang diinstruksikan Perum Bulog mengenai target penyerapan.
Saldo Aldry mengatakan, upaya penyerapan gabah terus pihaknya optimalkan. Hal itu, jelasnya, sebagai upaya memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 2025 dan memperkokoh stabilitas harga pada level petani dan konsumen.
Baca Juga: BRI Buktikan Komitmen Keuntungan Pada Pemegang Saham, Setorkan Dividen Interim Rp20,33 Triliun
Tentunya, tegas dia, agar penyerapan beras petani lebih optimal, pihaknya butuh kolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, dan seluruh stakeholder, semisal kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan) dan penggilingan.
Bagaimana dengan hasil penyerapan beras selama 2024?
Saldi Aldryn mengungkapkan, tahun lalu, berkat beragam upaya dan kerja keras, pihaknya membukukan volume penyerapan beras yang melampaui target, yakni 260 ribu ton.
Volume penyerapan beras 2024 itu, jelasnya, lebih banyak 160 persen daripada target, yaitu 170ribu ton setara beras.
Tentang HPP beras yang mengalami penyesuaian, Saldi Aldryn menerangkan, hal itu berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas (Badan Pangan Nasional) Nomor 2/2025 tertanggal 12 Januari 2025,
Daftar HPP Beras 2025
1) Gabah Kering Panen (GKP) level petani berkadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen: Rp 6.500 per kilogram (kg)
2) GKP penggilingan berkadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen: Rp 6.700 per kg
3) Gabah Kering Giling (GKG) penggilingan berkadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen: Rp 8.000 per kg
4) GKG gudang Perum Bulog berkadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen: Rp 8.200 per kg
5) Beras Gudang Perum Bulog berkualitas derajat sosoh minimal 100 persen, berkadar air maksimal 14 persen, berbutir patah maksimal 25 persen, dan berbutir menir maksimal 2 persen: Rp 12.000 per kg . (win)
