KESATU.CO – Tidak kita pungkiri lagi bahwa kereta semakin menjelma sebagai fasilitas transportasi terfavorit masyarakat.
Satu indikatornya tercermin pada okupansi penumpang selama periode awal tahun ini atau Januari 2025.
Public Relation PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Commuter Line Indonesia (KCI) Wilayah 2 Bandung, Leja Arlan, mengungkapkan, selama Januari 2025, di wilayah kerjanya, pihaknya melayani jutaan orang penumpang.
Berdasarkan data, ujar pria berkaca mata ini, sebanyak 1.405.899 orang penumpang terlayani. Commuter Line Bandung Raya menjadi rangkaian terfavorit. Selama 1-28 Januari 2025, Commuter Line Bandung Raya melayani 817.396 orang penumpang.
Rangkaian terlaris selanjutnya, kata Eza, sapaan akrabnya, yakni Commuter Line Walahar. Pada 1-28 Januari 2025, sebanyak 323.074 orang penumpang terlayani oleh Walahar.
“Sedangkan Commuter Line Garut dan Jatiluhur, pada periode sama, masing-masing melayani 221.337 orang serta 44.052 orang penumpang,” lanjut alumnus Universitas Padjadjaran tersebut.
Khusus momen Long Weekend Isra Miraj-Imlek 2025, ungkap Eza, pihaknya melayani sekitar 180 ribu orang penumpang.
Agar semakin menjadi transportasi terfavorit dan opsi utama masyarakat, Eza menyampaikan, mengacu pada Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2025, pihaknya menambah jadwal perjalanan Commuter Line Jatiluhur (Cikarang-Cikampek).
Aktivasi penambahan jadwal Jatiluhur, yang semula dua perjalanan, ujarnya, berlaku 1 Februari 2025, yakni menjadi empat perjalanan.
Baca Juga: Wujudkan Komitmen Polres Sukabumi Lewat Pencak Silat
“Empat jadwal itu yakni setiap pukul 16.48 WIB, 16.56 WIB, 18.35 WIB, dan 20.14 WIB. Seluruhnya keberangkatan dari Cikampek,” tuturnya seraya menambahkan bahwa secara total, di Wilayah 2 Bandung, pihaknya mengaktifkan 58 perjalanan Commuter Line.
Tidak hanya memperbanyak jadwal perjalanan, imbuh Eza, agar pelayanan semakin prima, bersama pemerintah, pihaknya pun melengkapi fasilitas pada stasiun-stasiun.
Antara lain, sebutnya, berupa pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Hal itu, tukasnya, agar faktor keselamatan para penumpang lebih terjamin.
Stasiun-stasiunnya, sebut dia, di antaranya Cimahi, Gadobangkong, Cimekar, Gedebage, Haurpugur, Rancaekek, dan Cicalengka.
“Jadi, adanya JPO membuat para penumpang tidak perlu lagi menyeberangi jalur rel. Ini menjadi lebih aman,” kata Eza mengakhiri pembicaraan. (win)
