KESATU.CO – BANDUNG, Hingga kini, ada tugas mulia tetapi tidak ringan yang diemban korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Yakni, stabilisasi dan ketahanan pangan, utamanya beras, baik harga maupun stok.
Tugas yang diemban korporasi yang direncanakan pemerintah tidak lagi menjadi Lembaga BUMN tersebut bertujuan agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
Sejurus dengan misi itu, berdasarkan penugasan pemerintah, di Jabar, Perum Bulog memencet tombol aktivasi program penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah (BPP) Beras Tahap 2024 III periode Desember.
“Benar. Kami memulai pendistribusian dan penyaluran program BPP Beras 2024 Tahap III periode Desember. Tujuannya, demi terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat, khususnya di Jabar,” tandas Saldi Aldryn, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar.
Saidi Aldryn melanjutkan, pada tahap III ini, berdasarkan data penugasan, penualurannya menyasar bantuan mencapai jutaan penerima, yaitu sebanyak 4.445.601 Penerima Bantuan Pangan (PBP),
Dalam program ini, kata dia, setiap PBP, berhak menerima 10 kilogram beras. Jadi, ungkap dia, secara keseluruhan, pada penyaluran BPP Tahap III 2024, pihaknya menyalurkan sebanyak 44.456 ton.
Baca Juga: Bantalan Rel Sintetis Jadi Trik Baru KAI Bikin Perjalanan Nataru Lebih Nyaman dan Ramah Lingkungan
Bergulirnya BPP 2024 Tahap III, ujar Saidi Aldryn, membuktikan komitmen pemerintah agar senantiasa hadir demi menyejahterakan masyarakat.
Tentunya, tegas Saidi Aldryn, pihaknya langsung pro-aktif demi tercapainya target penerintah, yaitu stabilitas dan ketahanan pangan serta swasembada.
Caranya, jelas dia, melalui beragam cara dan strategi agar harga berbagai komoditas pangan, khususnya beras. “Keseimbangan harga itu tidak hanya pada level konsumen, tetapi juga produsen,” kata Saidi Aldryn.
Terlaksananya BPP 2024 Tahap III yang alokasinya untuk Agustus, Oktober, dan Desember 2024, pun, sahutnya, juga menunjukkan bahwa pihaknya sangat serius mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah terutama yang berkaitan dengan pangan.
Saidi Aldryn berpendapat, melalui program-program pemerintah pula, pihaknya turut berkontribusi agar pergerakan inflasi, terutama di Jabar, tetap terkendali.
Bicara soal BPP 2024 Tahap I dan II, Saidi Aldryn mengungkapkan, kedua fase itu plus sebagian Tahap III untuk periode Agustus dan Oktober 2024 serta bervolume sekitar 44 ribu ton per bulan, tuntas 100 persen.
Saidi Aldryn, optimistis penyaluran BPP, ya g bersumber pada Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tuntas sesuai rencana dan target. Dasar keyakinan itu, ucapnya, mengacu pada stok beras Jabar yang mumpuni.
Bahkan, tegas Saidi Aldryn, ketersediaan beras di Jabar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Tatar Pasundan selama enam bulan mendatang atau sekitar Mei-Juni 2025. (win)
