KESATU.CO – BANDUNG, Banjir yang menerjang beberapa kota-kabupaten di Jabar, antara lain Bekasi, Karawang, Depok, Cikarang, dan Gunung Putri menimbulkan multi-player effect. Antara lain, tersendatnya laju perjalanan kereta, seperti Parahyangan (Gambir-Bandung).
Kuswardoyo Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, mengiyakan terkendalanya perjalanan Parahyangan.
“Pada 4 Maret 2025, ada dua perjalanan Parahyangan menuju Bandung yang mengalami keterlambatan,” tandas Kus, sapaan akrabnya.
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini mengatakan, kedua rangkaian Parahyangan yang mengalami keterlambatan itu yakni KA 138 dan KA 136.
Parahyangan KA 138, tuturnya, mengalami keterlambatan selama 21 menit. Akibatnya, tutur Kus, KA 138 baru entry Stasiun Bandung pukul 12.39 WIB.
Sedangkan Parahyangan KA 136, sambungnya, mengalami keterlambatan selama 10 menit. Efeknya, sahut Kus, KA 136 tiba di Stasiun Bandung pukul 13.28 WIB.
Kus menjelaskan hal yang menyebabkan kedua rangkaian Parahyangan itu terlambat tiba di Stasiun Bandung tersebut. Yaitu, ungkapnya, terjadinya antrean di Stasiun Bekasi.
Seraya memohon maaf kepada seluruh penumpang atas tersendatnya laju Parahyangan, Kus menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus melayani kebutuhan transportasi masyarakat secara prima, terutama pada momen-momen spesial, seperti Ramadan- Idul Fitri 2025. (win)
