KESATU.CO – Banyak masjid yang sudah memiliki kriteri bangunan bagus, fasilitas lengkap, jamaah banyak tetapi dalam pengelolaan sistem keuangan masih memakai cara penulisan dan pelaporan yang sangat sederhana.
Dana dari jamaah bergulir dengan teratur dan jumlah yang banyak tetapi pelaporan belum setransparan karena ada keterbatasan cara pelaporannya.
Sistem aplikasi keuangan berbasis web. adalah salah satu solusi bagi pelaporan keuangan masjid yang terbuka. Semua bisa mengakses dan mengetahui seberapa banyak dana dan seberapa transparan dana tersebut juga dikelola.
Sistem ini dirancang agar para pengurus masjid dapat mencatat, mengelola, dan melaporkan arus keuangan secara real-time, terstruktur, dan terbuka.
Dengan sistem berbasis digital, baik pemasukan dari infaq, sedekah, zakat, maupun pengeluaran operasional masjid dapat terdokumentasi dengan rapi dan otomatis tersimpan dalam database online yang aman.
Hal ini menjadi solusi dari persoalan klasik yang sering terjadi, seperti pencatatan manual yang rawan kesalahan, keterlambatan pelaporan, dan kurangnya akses informasi bagi jamaah.
Penerapan sistem ini juga memberi ruang partisipasi jamaah secara lebih aktif. Jamaah dapat mengetahui penggunaan dana masjid secara langsung melalui portal atau aplikasi yang disediakan. Keterbukaan ini mendorong tumbuhnya kepercayaan kepada pengurus dan memperkuat keterlibatan umat dalam menjaga dan membesarkan masjid sebagai institusi sosial keumatan.
UM Bandung melalui program pengabdian masyarakat dan pengembangan teknologi informasi terus berkolaborasi dengan berbagai masjid di Jawa Barat untuk mengimplementasikan sistem ini.
Selain itu, pelatihan teknis juga diberikan kepada para pengurus masjid agar mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, sekaligus membangun budaya pengelolaan keuangan yang akuntabel.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Om Zein Kembali Tinjau Pelajar di Markas Armed 1
“Kami percaya bahwa masjid yang dikelola secara profesional, termasuk dalam aspek keuangannya, akan lebih mampu berdaya guna dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Alia Tri Utami, S.E., M.S.M, UM Bandung, Minggu (04/05/2025).
“Sudah saatnya masjid memiliki sistem manajemen keuangan yang tertib, transparan, dan modern. Pembaruan dalam pengelolaan keuangan bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang dikelola dengan baik, terpercaya, dan bermanfaat bagi seluruh umat,” ulasnya.
Alia bersama Sofa Parihah Nurasiah, E., M.S.M, dan Novita Nur Annisa berkesungguhan untuk memberikan pemahaman dan wawasan bagi pengurus masjid At Taufiq.
Beruntung, dengan pola pikir terbuka dari para pengurus masjid tersebut, kebutuhan sistem aplikasi keuangan pun jadi bisa meluas dijadikan sebagai sarana promosi kepada para jamaah masjid At Taufiq.
Dengan keberadaan sistem yang mudah dipelajari dan bisa berikan dampak kepercayaan lebih dari para donatur tentunya sangat membantu pengurus masjid mengelola dengan baik dan amanah.
“Bersyukur, apa yang kami ikhtiarkan diterima baik oleh pengurus masjid At Taufiq Batununggal, niatan para pengurus berharap masjid At Taufiq bisa jadi seperti masjid Jogo Karyan bisa terealisasi di Bandung. Selain manfaat besar, masjid pun jadi sarana kepercayaan donatur dalam menitipkan sedekah, zakat, infaq dan lainnya,” tukas Alia menutup pembicaraan.
