KESATU.CO, PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Bojong, menjadi salah satu daerah yang dipilih Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosennya.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Fakultas PAI UNJ Dr. Muhamad Ridwan Effendi, ini mengangkat “Rancang Bangun Model Deep Learning dalam Pembelajaran Keagamaan yang Inklusif dan Moderat.”
Kegiatan yang diadakan di Aula SDN Sukamanah Kecamatan Bojong dan dihadiri 30 peserta, termasuk guru Pendidikan Agama Islam dan anggota PGRI setempat.
Baca Juga: Klaster Tanaman Hias Binaan BRI Batu Raup Omzet Ratusan Juta, Warga Sekitar Ikut Makmur
Tujuan acara ini adalah memperkenalkan model pembelajaran deep learning sebagai model inovatif dalam pendidikan agama Islam.
Ridwan menjelaskan, Deep learning bukan hanya tentang hafalan, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami dan berpikir kritis. Kami ingin memberikan alat dan pengetahuan kepada para pendidik untuk menerapkan model ini di kelas.
Kegiatan dimulai dengan presentasi Ridwan mengenai konsep dasar deep learning, yang mencakup tiga komponen utama: Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning. Peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok untuk berdiskusi dan merancang rencana pembelajaran yang mengintegrasikan teknik deep learning.
Antusiasme peserta terlihat jelas, menunjukkan keinginan kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di Kecamatan Bojong.
Nita, salah satu peserta, mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat.”Saya mendapatkan wawasan baru tentang metode pembelajaran interaktif,” katanya.
Deep learning menawarkan cara baru mengajar yang lebih fokus pada pemahaman daripada sekadar hafalan.
“Saya berencana menerapkan metode ini di kelas,” ucapnya.
Peserta lainnya, Cecep menambahkan, “Saya sangat senang dengan pelatihan ini. Penjelasan yang diberikan jelas dan aplikatif, membuat saya lebih percaya diri untuk menerapkan model deep learning di sekolah. Ini langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan kami,” jelasnya.
Baca Juga: BRI Perkuat Pendanaan Jangka Panjang, Dana Murah Capai Rp935 Triliun
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Ridwan menjelaskan bahwa dukungan berkelanjutan akan diberikan, termasuk modul pelatihan dan sumber daya tambahan untuk membantu guru menerapkan model yang telah dipelajari.
Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan keagamaan di Kecamatan Bojong.”Dengan mengadopsi pendekatan deep learning, guru-guru diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan kritis,” ungkap Ridwan.
Baca Juga: DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Fungsi Pengawasan, Harap Pejabat Baru Tingkatkan Kinerja Pemerintah
Sebagai langkah selanjutnya, Ridwan dan tim pengabdian akan melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana model ini diterapkan di lapangan, serta mengadakan sesi lanjutan untuk mendukung guru dalam proses implementasi.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama di wilayah tersebut dan membangun komunitas pendidikan yang lebih kuat dan inovatif,” pungkasnya. ***
