KESATU.CO, PURWAKARTA – Program Imah Alus (Rumah Bagus), yang dicanagkan Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Saepul Bahri Binzein, menjadi salah satu program unggulan yang akan direalisasikan selama periode kepemimpinannya.
Bahkan, Bupati Purwakarta secara khusus mengalokasikan anggaran tersebut melalui program rumah tidak laya huni (Rutilahu) sebesar Rp.12 Miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, pada Tahun 2025 ini.
Alokasikan anggaran yang dikelola Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Purwakarta, tersebut diperuntukan untuk 302 unit Rutilahu yang tersebar diseluruh wilayah di Kabupaten Purwakarta.
Bupati Purwakarta yang populer disapa Om Zein, melalui Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkim Kabupaten Purwakarta, Ofi Sofyan Gumelar, mengatakan dari data Disperkim di Kabupaten Purwakarta masih terdapat 10.775 unit Rutilahu yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Untuk Tahun 2025 ini total alokasi anggaran sebesar Rp12 M. Terdiri 278 unit rumah yang dikelola Disperkim melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) desa. Dan 24 unit rumah melalui dana pokir DPRD Purwakarta, semuanya itu bersumber dari APBD,” kata Ofi, kepada Tim Redaksi Kesatu.co, pada Rabu 23, Juli 2025.
Lebih lanjut Ofi mengungkapkan, sesuai dengan arahan Bupati Purwakarta untuk konsep pembangunan Rutilahu mengusung konsep kearifal lokal.”Untuk anggaran pembangunan Rutilihau per unit sebesar Rp40 juta, konsepnya itu rumah sunda atau yang dikenal rumah panggung,” katanya.
Untuk progres pembangunan saat ini, kata dia, yang sudah selesai diperbaiki sebanyak 15 unit rumah. Sementara yang masih proses pembangunan sebanyak 20 unit rumah.
“Lalu ada 25 unit yang sedang proses administrasi pencairan. Jadi totalnya yang sudah berjalan 60 unit rumah,” katanya.
Baca Juga: KDM Dorong Revitalisasi Situ Bagendit Sayangi Situ Bagendit, Rawat Alam dengan Hati
Dalam proses pembangunan Rutilahu yang tengah berjalan, dia berharap bisa terselesaikan selama periode kepemimpinan Bupati Purwakarta Om Zein.
“Tentu saja ke depan kita akan intensifkan program perbaikan rutilahu ini agar visi bupati segera tercapai. Selain dari apbd, kita juga berupaya mencari pembiayaan alternatif lainnya, misalnya dari csr perusahaan-perusahaan sebagaimana yang sudah berjalan sekarang, ada dari BJB dan baznas,” pungkasnya. ***
