KESATUCO – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, kembali menegaskan pentingnya peran pemimpin yang hadir langsung di tengah masyarakat sebagai wujud nyata pelayanan publik. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga di Kabupaten Sukabumi.
Acara yang menjadi ajang kolaborasi antara pelayanan langsung kepada masyarakat dengan hiburan rakyat ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dari wilayah Jawa Barat, termasuk Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana interaksi antara pemerintah dengan warga, tetapi juga sebagai refleksi kepemimpinan yang partisipatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutannya, KDM menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya menjalankan tugasnya dari balik meja kantor. Ia harus hadir secara fisik di tengah masyarakat, mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi mereka, serta bergerak bersama dalam mencari solusi.
Baca Juga: Semangat Kebugaran dan Kebersamaan dalam Fun Run Sukabumi
“Kegiatan ini adalah jawaban dari harapan rakyat. Pemimpin bukan hanya duduk di balik meja, tapi harus hadir, mendengar, dan bergerak bersama warga,” ujar Kang Dedi.
KDM menyebutkan bahwa kehadiran langsung pemimpin sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Dengan demikian, masyarakat merasa lebih diperhatikan dan pemerintah mampu menjawab persoalan secara cepat dan tepat.
Selain membahas pentingnya kehadiran pemimpin, KDM juga menyinggung soal pembinaan generasi muda sebagai penerus bangsa. Ia menekankan perlunya membangun mental petarung dalam diri anak-anak muda melalui pendidikan yang membumi dan berbasis pengalaman langsung.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Sukabumi Dukung Penguatan Budaya Lewat Kegiatan Tanhana Dharma Mangrva
Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu dilakukan melalui studi tour ke tempat-tempat jauh dan mahal. Pengalaman belajar yang bermakna bisa dimulai dari lingkungan sekitar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bisa terus dipertahankan.
“Saya percaya pendidikan terbaik adalah yang membumi, yang tidak selalu harus ke luar kota atau tempat mahal. Lingkungan sekitar kita sudah kaya pembelajaran,” jelasnya.
Kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga menjadi momen penting bagi para pemimpin daerah untuk merefleksikan kembali orientasi pelayanan publik. Melalui pendekatan yang merakyat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemerintah di tingkat kota dan kabupaten untuk menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga partisipatif dan empatik.
Baca Juga: Purwakarta Run 5K, Bupati Om Zein Gelorakan Semangat Nasionalime Dihadapan Ribuan Peserta
Di sela-sela acara, Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin di masyarakat sangat berpengaruh positif dalam meningkatkan kepercayaan dan sinergi antara pemerintah dan warga.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadikan pelayanan publik lebih dekat dan menyentuh kebutuhan riil,” kata Ayep Zaki.
Acara diwarnai dengan berbagai aktivitas yang melibatkan warga, seperti pelayanan administrasi langsung, dialog terbuka antara warga dan pejabat daerah, serta hiburan yang mengangkat budaya lokal. Hal ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta mendorong terciptanya suasana pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Dengan semangat Abdi Nagri yang berarti pengabdian kepada negeri dan rakyat, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi tradisi pemerintahan di Jawa Barat, yang memprioritaskan kehadiran pemimpin sebagai pelayan yang responsif dan dekat dengan masyarakat.
