KESATU.CO, PURWAKARTA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DR KH EZ Muttaqien, Purwakarta, Jawa Barat, kembali menorehkan sejarah dalam kiprah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Pada Sabtu, 30 Agustus 2025, kampus yang telah melahirkan banyak intelektual muslim ini menyelenggarakan Wisuda Sarjana ke-XXXII dan Magister ke-VIII bertempat di Ballroom Prime Plaza Hotel BIC Purwakarta.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, sebanyak 147 wisudawan resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari berbagai program studi, dengan rincian: Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) 5 orang, Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam (PAI) 64 orang, Hukum Keluarga Islam (HKI) 25 orang, Ekonomi Syari’ah (EKOS) 10 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 12 orang, Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 22 orang, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) 9 orang.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Purwakarta Gelar Penggalangan Wakaf Al-Qur’an di Masjid Agung Baing Yusuf
Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi momentum penting lahirnya generasi muslim yang unggul, berdaya saing, serta siap mengabdikan diri untuk umat, bangsa, dan negara.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Dicky Darmawan, S.H., M.Hum selaku Staf Ahli Bupati Purwakarta Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat; Dr. Imam Bukhori, M.Pd. (Kasubdit Pengembangan Akademik Direktorat PTKI Kementerian Agama RI); serta Dr. Deden Sumpena, M.Ag. (Sekretaris Bidang AUPK KOPERTAIS Wilayah II Jawa Barat).
Baca Juga: Basic Akademis Komunikasi, Dukung Sukses Kerja Markom IBS Foundation Saat Ini.
Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang diwakili oleh Dicky Darmawan menyampaikan apresiasi atas konsistensi STAI DR KH EZ Muttaqien dalam menjaga mutu pendidikan tinggi Islam.
”Wisuda ini membuktikan bahwa STAI DR KHEZ Muttaqien terus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritual, dan sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua STAI DR KH EZ Muttaqien, Dr. Surya Hadi Darma, M.Ud., menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya.
Baca Juga: Pemkot Bandung dan IATL ITB Uji Skema Baru Kurangi Sampah Makanan
”Kami berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan, menebarkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta memberi kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan, ungkapnya penuh harap,” ungkapnya.
Prosesi wisuda berjalan penuh khidmat, ditutup dengan pesan moral untuk para lulusan agar senantiasa menebar gagasan, memetik perubahan, dan meraih harapan demi masa depan yang lebih gemilang. ***
