KESATU.CO – Upaya penguatan peran Masjid Agung Bandung sebagai destinasi wisata religi terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Belum lama ini, Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, SH., MH., MBA, diterima di kantor kawasan Sarinah InJourney oleh Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdi Harman, SH., LLM., MBA.
Dalam pertemuan hangat tersebut, menegaskan komitmen bersama untuk mengembangkan kawasan Masjid Agung Bandung yang bersejarah sebagai pusat wisata religi berkelas nasional.
Dalam pernyataannya, Roedy Wiranatakusumah menyampaikan bahwa Masjid Agung Bandung (MAB) tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai historis yang sangat penting bagi bangsa Indonesia.
Ia menekankan bahwa kawasan Alun-Alun Bandung merupakan saksi peristiwa besar dunia, yakni Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, yang melahirkan Dasa Sila Bandung sebagai tonggak solidaritas negara-negara Asia dan Afrika, Sabtu (18/08/2026).
“Masjid Agung Bandung memiliki posisi strategis, baik secara spiritual maupun historis. Di kawasan inilah para pemimpin dunia pernah berkumpul dan berkhidmat, melahirkan nilai-nilai perdamaian yang dikenal sebagai Dasa Sila Bandung. Ini adalah warisan yang harus kita jaga dan kembangkan,” ujar Roedy.
Baca Juga: Tak Lekang Oleh Jaman, Kopi Aroma Tetap Kopi Pilihan Masyarakat Bandung dan Indonesia
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan InJourney diharapkan mampu memperkuat ekosistem wisata religi yang terintegrasi, dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan sejarah yang melekat pada masjid tersebut.
Menurutnya, pendekatan pengembangan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pengelolaan yang modern dan berkelanjutan.
Roedy menambahkan bahwa dukungan dari InJourney yang bergerak di sektor aviasi dan pariwisata menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya tarik Masjid Agung Bandung di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami melihat adanya kesamaan visi, yaitu menjadikan Masjid Agung Bandung sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga kuat secara narasi sejarah,” pungkasnya.
