KESATU – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membuktikan komitmen kuatnya dalam pengembangan UMKM dengan menyalurkan kredit senilai Rp1.105,70 triliun kepada sektor UMKM hingga Triwulan III 2024. Pencapaian ini menegaskan peran BRI sebagai pendukung utama motor penggerak perekonomian nasional melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Inisiatif strategis BRI ini sejalan dengan Asta Cita ketiga dan keenam, yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pembangunan ekonomi dari tingkat desa. Melalui pendekatan holistik yang menggabungkan pembiayaan dengan program pemberdayaan seperti pelatihan dan pendampingan, BRI aktif mendorong terciptanya ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing.
“Edukasi menjadi kunci untuk menempatkan UMKM sejajar dengan bank sebagai mitra strategis, bukan sekadar pihak yang membutuhkan bantuan. Melalui langkah ini, BRI membantu membangun semangat kewirausahaan, meningkatkan kemampuan manajerial, memberikan akses ke pasar dan teknologi, serta mendorong penerapan prinsip Good Corporate Governance agar UMKM dapat tumbuh lebih berkelanjutan dan berdaya saing,” tegas Direktur Utama BRI Sunarso.
Baca Juga: Pasang Solar Cell Panel di Enam Stasiun Jadi Jurus KAI Geber NZE 2060, Mana Saja Lokasinya?
Ia menekankan bahwa pendekatan pemberdayaan harus diutamakan sebelum pembiayaan untuk memastikan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.
Berikut lima komitmen konkret BRI dalam meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM nasional:
Baca Juga: Karena Hal Ini, BTN Akusisi Bank Victoria Syariah
1. Jadi Penyalur Kredit UMKM Terbesar Dengan Porsi 81,21%
BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.
Hingga akhir Triwulan III 2024, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy), dan dari total penyaluran kredit tersebut, 81,70% diantaranya atau sekitar Rp1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.
Baca Juga: Viral! ASN di Bandung Barat Diduga Jadi Korban KDRT, Kadispora Bongkar Fakta Ini
2. Salurkan KUR Rp184,98 Triliun Kepada Lebih dari 4 Juta Pelaku UMKM
Sepanjang tahun 2024, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp184,98 triliun, memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Penyaluran KUR BRI tersebut mencakup lebih dari 4 juta debitur atau pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan perdagangan.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata peran BRI dalam peningkatan lapangan kerja yang berkualitas serta mendorong kewirausahaan.
3. Perluas Akses Keuangan Ekonomi Grassroot, Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 36 Juta Debitur dan 180 Juta Tabungan
3 tahun setelah terbentuk pada 2021, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, PNM dan Pegadaian berhasil melayani 36,1 juta debitur ultra mikro dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 627,6 triliun pada akhir September 2024.
Holding UMi juga memperluas layanan melalui 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia, memberikan akses kepada lebih dari 180 juta masyarakat ke Tabungan mikro.
4. Berdayakan UMKM Melalui 33.804 Klaster Usaha
Tak hanya pembiayaan semata, BRI juga memiliki berbagai program pemberdayaan UMKM, diantaranya adalah pemberdayaan melalui program Klasterku Hidupku dan Desa BRILiaN.
Pemberdayaan Klaster Usaha sendiri merupakan pemberdayaan kepada kelompok usaha yang terbentuk berdasarkan kesamaan usaha, dalam satu wilayah sehingga tercipta keakraban dan kebersamaan dalam peningkatan maupun pengembangan usaha para anggotanya.
Baca Juga: Tembus 38,61 Juta Pengguna, Super Apps BRImo Jadi Terbesar di Indonesia, Simak Fitur Unggulannya
Hingga akhir September 2024 tercatat BRI telah memiliki 33.804 klaster usaha yang tergabung dalam program Klasterku Hidupku.
5. Dorong Ekosistem Ekonomi Desa, Berdayakan 3.957 Desa BRILiaN
Di samping itu juga ada program Desa BRILiaN. Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa.
Hingga akhir September 2024 tercatat terdapat 3.957 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.***
