KESATU.CO – BANDUNG, Selama 12 bulan periode 2024 merupakan momen cukup sulit dan berat bagi industri otomotif nasional.
Pasalnya, tahun lalu,, kinerja penjualan industri otomotif Indonesia melempem. Selama 2024, volume penjualan wholesale berjumlah 866.723 unit.
Angka itu berkurang 13,9 persen atau 140.079 unit apabila perbandingannya dengan Januari -Desember 2023, yang jumlahnya sebanyak 1.005.802 unit.
Di antara produk-produk otomotif, khususnya mobil, yang meramaikan pasar Bumi Khatulistiwa, ada brand yang tidak laku. Bahkan, selama 2024, hanya terjual satu unit!
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), brand produk industri otomotif asal India, Tata Motors Limited (Ltd), merupakan produk paling tidak laris di tanah air.
Gaikindo mencatat, melalui PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), selaku Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia, pada 2024, Tata Motors Ltd hanya menjual satu unit.
Satu-satunya penjualan Tata Motors Ltd terjadi hampir satu tahun silam, yaitu pada Maret 2024.
Selain produk Tata Motors Ltd, brand lain yang juga berkatagori tidak laris yakni produk asal Jerman, Audi AG.
Di Indonesia, selama 2024, Audi AG hanya sanggup menjual sebanyak 25 unit. Artinya, secara rata-rata, volume penjualan Audi AG pada 2024 sebanyak 1-4 unit per bulan.
Brand asal Eropa lainnya, Peugeot, juga sangat kurang diminati publik tanah air. Tercatat, melalui APM di tanah air, PT Astra International Tbk – Peugeot Sales, Peugeot SA, yang dinaungi grup otomotif raksasa, Stellantis NV, selama 2024 menjual sebanyak 27 unit.
Itu pun terjadi pada empat bulan perdana 2024 atau selama periode Januari -April tahun lalu. Karena kondisinya sangat berat, pada pertengahan 2024, Peugeot SpA pamit dari Indonesia.
Satu lagi brand benua biru yang kurang difavoritkan pasar Indonesia adalah produk produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen AG.
Tahun lalu, Volkswagen AG cuma mampu menjual sebanyak 85 produknya.
Begitu pula dengan mobil mungil berbasis Electric Vehicle (EV) produk produsen asal China, Dong Feng Sokon (DFSK) Automobile, Seres.
Mengacu pada data Gaikindo, selama 2024, melalui PT SokonindoAutomobile, DFSK Automobile membukukan volume penjualan DFSK Seres sebanyak 89 unit.
Baca Juga: Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN Urung RUPST, Jadwalnya Berubah, Catat Tanggalnya
Tentunya, volume penjualan lima brand tersebut sangat jomplang jika perbandingannya dengan dua brand asal Jepang yang saling berkerabat, Toyota dan Daihatsu.
Tahun lalu, melalui PT Toyota Astra Motor (TAM), Toyota Motor Corporation mencatat volume penjualan wholesale sebanyak 288.982 unit.
Kerabatnya, PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yang merupakan APM Daihatsu Motor Company menjual 163.032 unit (wholesale).
Lima Brand Mobil Paling Tidak Laris 2024
– Tata: 1 unit
– Audi: 25 unit
– Peugeot: 27 unit
– Volkswagen: 85 unit
– DFSK Seres: 89 unit. (win/*)
