KEASATU.CO, PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein, secara resmi mengeluarkan instruksi tegas namun humanis kepada seluruh dinas dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Purwakarta.
Pada Kamis, 6 Agustus 2026, Om Zein memerintahkan seluruh Dinas hingga Tingkat Kecamatan untuk melakukan aksi gerakan kebersihan masal yang diberi nama Ngosrek.
Aksi Ngosrek yang merupakan akronim dari Ngored, Beberesih, dan Berseka ini digalakkan kembali demi mengembalikan pesona Purwakarta agar tetap bersih, indah, dan selalu “Istimewa”.
Gerakan Serentak dari Halaman Hingga Sudut Ruangan
Perintah yang disampaikan pimpinan daerah Purwakarta ini tidak main-main. Om Zein menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini wajib dilakukan secara menyeluruh dan serentak di seluruh wilayah instansi pemerintahan Pemkab Purwakarta.
“Mulai dari kantor dinas, kantor kecamatan masing-masing, depan halaman kantor, jalanan, ruangan kerja, hingga ke bagian belakang kantor, semuanya harus dibersihkan tanpa terkecuali,” tegas instruksi tersebut.
Kegiatan ini menyasar seluruh elemen kebersihan gedung pemerintahan. Para pegawai diajak turun langsung memotong rumput liat (ngored), merapikan barang-barang yang tidak terpakai (beberesih), hingga menyapu dan mengepel sampai kinclong (berseka).
Solusi Kota Kumuh: Re-Cat Trotoar dan Bedah Sudut Kota
Tidak hanya menyasar fasilitas gedung instansi pemerintah, perhatian Bupati Purwakarta juga tertuju pada ruang publik dan estetika perkotaan yang mulai memudar.
Om Zein menyoroti beberapa titik di sudut-sudut Kota Purwakarta yang dinilai mulai kelihatan lusuh, kumuh, dan kurang terawat.
Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan fasilitas jalan umum. Om Zein mengimbau agar trotoar-trotoar jalan yang catnya sudah memudar dan lusuh untuk segera dicat ulang agar memancarkan kembali keindahan Kota Purwakarta.
“Purwakarta kesayangan Om Zein, kita ngosrek bareng yuk!” ajak Om Zein dengan gaya khasnya yang hangat dan ramah melalui sebuah rekaman video yang beredar luas di tengah masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah dalam menjaga pilar pariwisata dan kenyamanan hidup warga. Lingkungan yang bersih dan indah dipercaya mampu meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Purwakarta.
Memperkuat Makna Ngosrek: Ngored, Beberesih, dan Berseka
Istilah Ngosrek bukanlah sekadar slogan biasa. Konsep ini berakar kuat dari budaya gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Sunda:
* Ngored: Memotong atau membersihkan rumput liar dan ilalang menggunakan alat tradisional kored.
* Beberesih: Merapikan dan membersihkan barang-barang, ruangan, serta fasilitas umum yang kotor atau terabaikan.
* Berseka: Menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara menyeluruh hingga tampak suci, rapi, dan sedap dipandang mata.
Melalui perpaduan tiga nilai lokal ini, Pemkab Purwakarta ingin menanamkan pola hidup bersih yang bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari identitas warga Purwakarta yang berbudaya.
Mengajak Seluruh Elemen Warga Bersatu
Aksi Ngosrek serentak ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan instansi pemerintah saja. Om Zein berharap gerakan ini mampu memantik kesadaran masyarakat luas untuk turut membersihkan pekarangan rumah, lingkungan RT/RW, hingga fasilitas umum di wilayahnya masing-masing.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, ASN, dan seluruh elemen masyarakat, Purwakarta diyakini akan terus bersolek menjadi kabupaten yang tertata, rapi, bebas dari kesan kumuh, dan tetap memegang teguh jati dirinya sebagai wilayah yang Istimewa.
Mari kita dukung aksi nyata ini demi kenyamanan bersama. Purwakarta Bersih, Purwakarta Istimewa!.***
