KESATUCO – Penurunan prevalensi stunting di Kota Sukabumi menunjukkan perkembangan menggembirakan.
Namun Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ia meminta seluruh elemen untuk tetap bekerja keras mengejar target besar yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2025–2029.
Bobby menyampaikan bahwa angka stunting Kota Sukabumi berhasil turun dari 26,9 persen pada 2023 menjadi 19,7 persen pada 2024. Penurunan ini dinilai sebagai bukti bahwa arah kebijakan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat.
“Penurunan signifikan ini menegaskan bahwa arah kebijakan kita benar. Namun kita jangan sampai terlena,” ujar Bobby pada Selasa 2 Desember 2025.
Meski demikian, Kota Sukabumi masih memiliki pekerjaan besar karena pemerintah menargetkan angka stunting turun hingga 13,36 persen pada 2029, dengan sasaran bertahap mulai dari 18,07 persen pada 2025.
“Target penurunan stunting kini menjadi indikator prioritas dalam RPJMD 2025–2029. Perjalanannya panjang dan membutuhkan konsistensi,” tegasnya.
Baca Juga: Transformasi Dua Kampung di Sukabumi: Pentahelix Dongkrak Peran Perempuan Lewat Program P2WKSS
Bobby menekankan pentingnya kerja kolektif dalam penanganan stunting, dari intervensi hulu seperti pembinaan calon pengantin, hingga pemenuhan gizi berkelanjutan bagi anak.
“Dalam penurunan angka stunting, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bekerja dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.
Salah satu strategi yang diperkuat adalah sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Kawasan Makan Produktif (KMP). Ekosistem ini diharapkan menciptakan rantai pasok makanan bergizi yang terjangkau, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Hutan Jabar Kritis, Dedi Mulyadi Bakal Gaji Warga Rp50 Ribu Per Hari untuk Tanam Pohon
“Ekosistem ini harus tumbuh sehingga tidak ada markup harga dan ekonomi masyarakat dapat meningkat,” jelasnya.
Bobby optimistis Kota Sukabumi bisa mencapai zero new stunting jika seluruh pihak bersinergi dan mempertahankan konsistensi kerja.
Ia juga berharap Sukabumi terus menjadi daerah berprestasi dalam percepatan penurunan stunting di tingkat nasional.
“Saya percaya, dengan bersama-sama kita bisa,” pungkasnya.
