KESATUCO – Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Salah satunya melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
“Program ini menargetkan masyarakat berpenghasilan rendah, ASN, dan para pekerja,” ujar Ketua APERSI Korwil 6 Sukabumi-Cianjur, Asep Abdulqodir saat sosialisasi dan edukasi FLPP bersama Bank BJB Sukabumi bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) di Aula Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.
Program Presiden Prabowo Subianto ini, menargetkan pembangunan 3 juta rumah. Di Sukabumi sendiri, kebutuhan rumah masih sangat tinggi.
“APERSI membangun sekitar 600 unit rumah per tahun untuk wilayah Kabupaten Sukabumi,” ucapnya
Kepala Subdivisi Pemasaran Pembiayaan Tapera, Ikhsan Damali menjelaskan, bahwa FLPP terbuka untuk siapa saja yang belum memiliki rumah, baik yang memiliki penghasilan tetap maupun tidak tetap.
Selama memenuhi kriteria kelayakan KPR dan belum memiliki rumah, mereka bisa mengakses program ini.
“Persyaratannya jelas, tidak memiliki rumah dan masuk dalam kategori MBR. Tidak terbatas pada ASN atau pekerja formal saja, yang penting layak secara finansial untuk mengakses KPR melalui bank yang bekerja sama,” ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Lantik Pejabat Eselon II di Tengah Sawah, Berikut Daftarnya!
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank BJB Kabupaten Sukabumi, Ahmad Djuansjah, menambahkan bahwa pihaknya secara aktif mendukung program Asta Cita, termasuk target pembangunan 3 juta rumah secara nasional.
“Bank BJB mendapat fasilitas untuk membangun 10 ribu rumah di Jawa Barat. Di Sukabumi sendiri, targetnya 100 ribu rumah, yang diperuntukkan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk ASN, P3K, dan para buruh,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Bank BJB siap memfasilitasi masyarakat dari awal, mulai dari penyediaan informasi, pengajuan KPR, hingga pemilihan lokasi rumah yang sesuai dengan kebutuhan pemohon.
Baca Juga: BRI Cetak 65,46 Persen Pendapatan dari SDGs-Linked Revenue, Bukti Nyata Komitmen Berkelanjutan
“Lokasinya bebas, bisa disesuaikan dengan pusat aktivitas pemohon. Nantinya, developer yang akan membangun rumah sesuai dengan permintaan,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret sinergi antara pemerintah pusat, lembaga keuangan, dan pengembang perumahan dalam memastikan masyarakat kecil dapat memiliki rumah layak huni.
“Hal ini diharapkan menjadi salah satu solusi mengatasi backlog perumahan yang masih tinggi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya,” pungkasnya.
