KESATU.CO, PURWAKARTA – Kisah pilu datang dari seorang ibu pedagang kaki lima (PKL) di Desa Wanakerta, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Sambil berurai air mata, ia menumpahkan segala keluh kesah dan beban hidupnya langsung di hadapan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein.
Ibu yang sehari-harinya menggantungkan hidup dari hasil berjualan ini mengaku kini sudah tidak bisa lagi mencari nafkah. Penyebabnya, seluruh modal usaha yang ia miliki habis tanpa sisa demi membiayai pengobatan sang ibunda yang sempat dirawat intensif di rumah sakit.
Kisah nyata yang menyentuh hati ini menjadi potret perjuangan seorang anak sekaligus tulang punggung keluarga di Purwakarta yang terhimpit jerat ekonomi akibat biaya kesehatan.
Kronologi Curhatan Pilu Ibu PKL di Desa Wanakerta
Momen haru tersebut terjadi saat Om Zein tengah melakukan kunjungan kerja dan menyapa warga di kawasan Desa Wanakerta.
Di tengah kerumunan, seorang wanita paruh baya mendekat dengan wajah sembap dan langsung mengutarakan isi hatinya sambil menangis histeris.
“Modal dagang saya habis semua, Om Zein. Kemarin ibu saya sakit keras dan harus dirawat di rumah sakit. Saya bingung sekarang tidak bisa jualan lagi, padahal itu satu-satunya sumber penghasilan kami,” ungkap ibu tersebut di sela tangisnya yang pecah.
Mendengar jeritan hati warganya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein langsung menghentikan langkahnya.
Ia mendengarkan dengan saksama setiap untaian kalimat penuh duka yang keluar dari mulut ibu pedagang kaki lima tersebut. Keadaan dilematis di mana modal usaha harus dikorbankan demi nyawa orang tua adalah realita berat yang harus dihadapi oleh masyarakat kelas bawah.
Respon Cepat Om Zein: Langsung Berikan Bantuan Modal Tunai
Tak butuh waktu lama bagi pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyat ini untuk mengambil tindakan. Tersentuh oleh dedikasi sang ibu yang berbakti kepada orang tuanya, Om Zein langsung memberikan solusi nyata di tempat kejadian.
Bupati Purwakarta tersebut secara spontan menyerahkan bantuan dana tunai langsung kepada sang ibu PKL. Bantuan ini diberikan khusus sebagai modal usaha agar ia bisa kembali membuka warungnya dan menyambung hidup keluarga.
“Ini ada sedikit bantuan untuk modal usaha. Ibu jangan menangis lagi, yang paling penting ibunya sudah diobati. Sekarang fokus lagi untuk mulai jualan pelan-pelan,” ujar Om Zein menenangkan warga tersebut sambil menyerahkan bantuan.
Tangis sedih sang ibu seketika berubah menjadi tangis haru berbalut syukur. Ia berkali-kali mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan respon cepat yang diberikan oleh orang nomor satu di Purwakarta tersebut.
Aksi Nyata Bupati Purwakarta Menuai Pujian Warganet
Sikap responsif yang ditunjukkan Om Zein ini langsung memicu reaksi positif dari masyarakat sekitar dan warganet. Banyak yang menilai tindakan cepat ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah kesulitan mendesak yang dialami warga.
Berikut adalah beberapa poin penting mengapa aksi cepat Bupati Purwakarta ini menuai apresiasi:
* Responsif Tanpa Birokrasi Berbelit: Bantuan modal usaha diberikan langsung di lapangan tanpa memaksa warga melewati proses administrasi yang memakan waktu lama.
* Empati yang Tinggi: Kedekatan emosional Om Zein saat mendengarkan curhatan warga yang menangis mencerminkan gaya kepemimpinan yang humanis.
* Solusi Tepat Sasaran: Memberikan modal tunai adalah langkah paling tepat untuk memulihkan roda perekonomian mikro keluarga PKL yang sempat terhenti.
Kasus yang menimpa ibu PKL di Desa Wanakerta ini menjadi pengingat pentingnya jaring pengaman sosial dan kepekaan seorang pemimpin daerah terhadap nasib pedagang kecil yang rentan terhadap guncangan ekonomi.
Kini, dengan bantuan modal dari Om Zein, ibu tersebut siap kembali mengais rezeki demi masa depan keluarganya.***
