KESATU.CO – BANDUNG, Banyak cara dan strategi yang digulirkan setiap korporasi agar performa dan kinerjanya tetap mentereng. Di antaranya melalui restrukturisasi.
Seperti yang dilakukan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor transportasi publik, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Demi terciptanya pelayanan prima dan terlayaninya kebutuhan transportasi masyarakat, secara bertahap, PT KAI (Persero) merestrukturisasi armadanya melalui kehadiran ratusan unit The Stainless Steel New Generations.
Tentunya, agar regenerasi armada The Stainless Steel New Generations itu menuai hasil sempurna, korporasi yang dulunya bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini punya cara.
“Yaitu, kami terus menguji coba dan mengevaluasi kereta-kereta The Stainless Steel New Generations yang merupakan bagian investasi besar,” tandas Executive Vice President PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Dicky Eka Priandana.
Uji coba itu, jelas Dicky Eka Priandana, adalah aktivitas krusial karena sebagai cara untuk memastikan seluruh sarana dan fasilitas, termasuk kereta The Stainless Steel New Generations, sesuai standar keselamatan dan kenyamanan.
Cakupan uji coba itu, ungkap Dicky Eka Priandana, terdiri atas berbagai aspek. Yaitu, ucap dia, teknis, keselamatan, kenyamanan, dan lainnya.
Di wilayah kerjanya, bebernya, dalam uji coba tersebut pihaknya memberangkatkan serangkaian kereta The Stainless Steel New Generations berkomposisi kelas ekonomi eksekutif, pembangkit, dan restorasi (kereta makan). “Rutenya, Stasiun Bandung-Maswati,” ujarnya.
Selama perjalanan uji coba itu, tambah Dicky Eka Priandana, berlangsung pengukuran pada beberapa titik. Misalnya, pada dua fly-over, Pasir Kaliki dan Gadobangkong.
Pada tahap uji coba selanjutnya, rangkaian kereta The Stainless Stainless New Generations itu pun melaju menuju Terowongan Sasaksaat. “Uji coba pun termasuk simulasi penerapan Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta) 2025,” terang Dicky Eka Priandana.
Pada sisi lain, Dicky Eka Priandana menginformasikan, bahwa agenda regenerasi armada itu merupakan kolaborasi antara jajarannya dan PT Industri Nasional Kereta Api (INKA).
Dalam kolaborasi itu, lanjutnya, tercapai kesepakatan berupa pengadaan 612 rangkaian kereta The Stainless Steel New Generation hingga 2027. (win)
