KESATU.CO – BANDUNG, Hingga kini, banyak kota-kabupaten di Jabar yang kerap terlanda bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor pergerakan tanah, badai, dan lainnya.
Faktanya, baru-baru ini, beberapa kota-kabupaten Tatar Pasundan terendam banjir. Yakni, Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Gunung Putri, dan Cikarang.
Tentunya, banjir berdampak signifikan pada beragam aspek. Di antaranya, pasokan listrik.
Karenanya, agar pasokan energi listrik di wilayah yang terdampak banjir kembali normal, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) bekerja keras menormalisasi.
Hasilnya, secara bertahap, pasokan energi listrik di kota-kabupaten yang terlanda banjir tersebut mulai normal.
“Secara bertahap, pasokan listrik mulai normal. Itu karena seluruh Gardu Distribusi di wilayah yang terendam banjir pulih 100 persen,” tandas Agung Murdifi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar.
Walau demikian, aku Agung Murdifi, masih ada sekitar 1.400 pelanggan yang di sebagian wilayah Karawang dan Bekasi yang belum teraliri listrik.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Tahu Soal Lengsernya Yuddy Renaldi sebagai Direktur Utama Bank BJB, Tapi …
Penyebabnya, dalih Agung Murdifi, lokasi tempat tinggal ke-1.400 pelanggan itu masih tergenang banjir. Apabila pihaknya memutuskan untuk mengaktifkan instalasi ketenagalistrikan di wilayah yang masih terendam banjir, jelas Agung Murdifi, hal itu sangat berisiko.
“Jadi, kami harus memastikan bahwa kondisi instalasi benar-benar aman sebelum penyalaan pasokan listrik,” terang pria berkacamata itu.
Agung Murdifi mengungkapkan, saat banjir merendam wilayah-wilayah itu, demi keamanan dan keselamatan, pihaknya memutuskan untuk menghentikan aliran listrik 868 unit Gardu Distribusi.
Dalam upaya normalisasi pasokan energi listrik itu, Agung Murdifi menyampaikan, pihaknya mengerahkan ratusan personil siaga 24 jam, yang jumlahnya melebihi 261 orang.
“Kami pun berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk pemerintah daerah demi kelancaran proses normalisasi pasokan listrik,” papar dia. (win/*)
