KESATUCO – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana menekankan pentingnya pemahaman investasi bagi generasi muda di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Investasi, dan Saham bersama Bank Mandiri yang digelar di Gedung Bank Mandiri Sukabumi.
Dalam arahannya, Bobby menyoroti bahwa perkembangan ekonomi global bergerak cepat dan penuh tantangan.
Kondisi tersebut, kata dia, menuntut generasi muda untuk memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu mengatur keuangan secara sehat.
Baca Juga: DPRD Sukabumi Kritik Program BESTARI: Jangan Kirim Generasi Terbaik ke Luar Negeri
“Generasi muda harus disiplin, jujur, dan amanah dalam mengelola keuangan. Serta mampu mengendalikan diri sebagai dasar pengelolaan finansial yang sehat,” ujar Bobby.
Menurutnya, sikap pengendalian diri menjadi salah satu komponen penting yang sering terabaikan dalam pengelolaan keuangan.
“Tanpa kontrol diri, pemahaman investasi maupun akses informasi yang luas justru dapat menimbulkan risiko finansial,” ucapnya
Baca Juga: Ancaman Megathrust Menguat, DPRD Desak Jalur Utara Palabuhanratu Segera Dibangun
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menambahkan kegiatan ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi.
Menurutnya, pemberdayaan pemuda dalam bidang keuangan menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah.
“Pelatihan ini memberikan ilmu yang bermanfaat untuk memperbaiki kualitas hidup, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan investasi,” ucap Rahmat.
Baca Juga: Krisis Personel Satpol PP Sukabumi, DPRD Ingatkan Ancaman Serius terhadap Ketertiban Umum
Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mandiri Sukabumi, M. Fajar Satria menilai peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir finansial masyarakat.
Ia berharap pelatihan dapat membantu peserta merencanakan masa depan secara lebih terukur.
“Harapannya, peserta mampu mengelola keuangan secara bijak, serta menularkan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat. Muara akhirnya, kegiatan ini berdampak positif bagi perekonomian Kota Sukabumi,” pungkasnya.
