KESATUCO – SCG melalui anak perusahaannya yakni PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi gembali menggelorakan program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari) di 2025 ini.
Kegiatan yang dilakukan di sejumlah desa di Kabupatn Sukabumi ini, untuk melindungi dan menjaga lingkungan hidup guna mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan sehat.
Apalagi, program kali ini dikemas dengan fun walking yang digelar dengan Waktu berbeda di setiap desanya yang berdekatan dengan pabrik tersebut.
Baca Juga: Selama Ramadhan Jam Kerja Berubah, ASN Pulang Lebih Cepat
Dalam kegaitan tersebut, SCG mengajak masyarakat Desa Wangunreja dan Sukamaju untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Hasilnya ratusan orang turut berpartisipasi dalam aksi pengelolaan dan pembersihan sampah di sekitar. Bahkan SCG berhasil mengumpulkan 244kg sampah, terdiri dari sampah plastik, kemasan, sedotan, kain, dan kayu.
“Sampah -sampah yang dikumpulkan tersebut dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif untuk kegiatan produksi di pabrik Semen Jawa,” ujar Presiden Direktur PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi Peramas Wajananawat, Senin, 3 Maret 2025
Baca Juga: Legislator Sukabumi Tekankan Kesadaran Melindungi Tumbuh Kembang Anak, Ini Alasannya
Dirinya pun menegaskan, Program SCG Mentari merupakan wujud nyata dari visi ESG 4 Plus dalam mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Dirinya berkomitmen untuk membangun kebiasaan positif yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan, sehingga setiap individu dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Melalui program ini, kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi yang erat dengan masyarakat serta mitra terkait guna mempromosikan inisiatif berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih sehat,” ucapnya.
Baca Juga: Cipelang Herang Fair Digelar Karang Taruna, Begini Respon Wakil Wali Kota Sukabumi
Meneurutnya, program yang telah berjalan sejak 2023 ini mencakup berbagai kegiatan, seperti kampanye peningkatan kesadaran lingkungan, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta rehabilitasi alam dan kolaborasi dengan mitra terkait.
Bahkan sejak 2023, SCG telah membina salah satu SD di Desa Wangunreja untuk menjadi sekolah yang berbudaya lingkungan.
“Berbagai program telah dijalankan seperti adanya Circular Economy Class yang dilaksanakan setiap Jumat, Petani cilik yang di mana siswa-siswi diajarkan untuk berkebun dengan berbagai pelatihan, salah satunya pelatihan hidroponik, serta pengolahan sampah menjadi berbagai dekorasi sekolah seperti pagar dan photobooth,” ungkapnya
Menurutnya, upaya tersebut telah membuahkan hasil dengan didapatkannya penghargaan Adiwiyata dari Bupati Sukabumi kepada SDN Wangunreja. Tahun ini, SCG akan menambahkan 3 sekolah binaan lainnya agar semakin banyak lagi generasi muda yang berbudaya lingkungan.
Baca Juga: Istri Wali Kota Ajak Masyarakat Semangat Beribadah Selama Ramadhan
“Selain Sekolah Generasi Mentari, perusahaan juga akan membentuk komunitas pecinta lingkungan bernama “Warrior Mentari,” yang akan menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Saat ini, ada 12 anak muda yang telah bergabung dan mendapatkan berbagai pelatihan pengembangan diri serta pengetahuan dalam pengelolaan sampah dan lingkungan dan siap berkontribusi untuk lingkungannya,” bebernya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, SCG menginisiasi aktivitas pengelolaan sampah berbasis komunitas di berbagai daerah sasaran. Melalui aktivitas ini, masyarakat diajak untuk memilah serta mengumpulkan sampah rumah untuk kemudian ditukarkan dengan berbagai produk rumah tangga.
“Hasil sampah yang terkumpul kemudian akan dijadikan sebagai bahan bakar alternatif produksi semen. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” teranngya.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembangunan Infrastruktur Indonesia dengan Fasilitas Kredit untuk IIF
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Prasetyo mengatakan, program tersebut sangatlah membantu pemerintah daerah. Mengingat, sejumlah desa masih ada yang belum tersentuh dalam hal pengangkutan sampah akibat akses dan fasilitas yang kurang memadai.
“Jadi kami sangat menyambut baik adanya program SCG Mentari. Kami berharap dapat berkontribusi dalam manajemen sampah yang lebih efektif sekaligus mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan,” pungkasny.
