KESATU.CO – BANDUNG, Bergulirnya agenda lingkungan skala dunia, termasuk di Indonesia, yakni Net Zero Emissions (NZE) alias emisi rendah karbon, membuat korporasi-korporasi di negeri ini aktif memberlakukan berbagai program bernuansa go green atau ramah lingkungan.
Adalah korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) termasuk di antara perusahaan-perusahaan yang aktif menggarap sejumlah agenda go green.
Terkini, melalui anak usahanya, PT KAI (Persero) Manajemen (KAI Properti), PT KAI (Persero) menunjukkan komitmennya untuk merealisasikan target pemerintah berkenaan dengan lingkungan, yakni NZE 2060, bukanlah isapan jempol.
Buktinya, melalui beragam cara, KAI Properti pro aktif mengakselerasi terealisasinya NZE 2060. Jurus terbarunya yaitu memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berupa Solar Cell Panel pada enam titik.
Iwan Eka Putra, Direktur Utama KAI Properti, mengemukakan, pemasangan pembangkit energi berteknologi ramah lingkungan itu merupakan cara jajarannya untuk pro-aktif mengurangi emisi karbon sekaligus lebih mengefisiensikan energi.
Iwan Eka Putra mengatakan, ada enam stasiun yang menjadi titik pemasangan Solar Cell Panel. Tiga stasiun, tuturnya, berada si wilayah kerja PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
“Yakni Bandung, Cimahi dan Padalarang. Tiga Stasiun lainnya di wilayah Sumatera, yaitu Medan Padang, dan Tanjung Karang,” tandas Iwan Eka Putra.
Pemasangan dan aktivasi Solar Cell di enam stasiun itu juga, tambah Iwan Eka Putra, merupakan cara jajarannya memanfaatkan The Newable & Renewable Energy alias Energi Baru-Terbarukan (EBT), melalui pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi listrik pada stasiun.
Aktivasi solar cell itu pun, sahutnya, termasuk strategi pihaknya mengurangi emisi karbon pada keenam stasiun tersebut secara signifikan.
Baca Juga: Benarkah Stasiun Rancaekek Termasuk Titik Berhenti Kereta Pasundan? Apa Kata KAI? Ini Penjelasannya
Iwan Eka Putra melanjutkan, desain pemasangan Solar Cell itu khusus untuk pemenuhan kebutuhan operasional stasiun agar lebih optimal, melalui pemanfaatan teknologi go green.
“Aktivasi dan penerapan Solar Cell Panel pada enam stasiun itu adalah langkah awal visi kami bersama PT KAI (Persero) yakni menjadikan stasiun kereta api di Indonesia lebih go green,” cetus Iwan Eka Putra.
Agar pemanfaatan EBT dan penerapan teknogi berkelanjutan bergulir demi terakselerasinya program NZE 2060 terealisasi, Iwan Eka Putra menegaskan, pihaknya senantiasa berinovasi teknologi sehingga menjadi row model dan inspirasi pembangunan green infrastructure di tanah air.
“Harapan kami, inisiatif ini tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menginspirasi berbagai pihak agar bisa bersama-sama mendukung terealisasinya pembangunan di Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutup Iwan Eka Putra. (win)
