KESATU.CO – BANDUNG, Berpredikat sebagai korporasi public service berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat secara prima merupakan misi utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero).
Karena itu, tidak heran, korporasi yang dahulunya bernama Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) ini terus melakukan beragam cara agar pelayanannya semakin prima dan memuaskan masyarakat.
Cara terbaru korporasi Merah Putih ini melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi publik yakni mengaktifkan titik pemberhentian baru pada tiga rangkaian.
Yaitu Papandayan (Garut-Bandung-Gambir), Pangandaran (Banjar-Bandung-Gambir), dan Harina (Bandung-Surabaya Pasarturi).
“Mulai 1 Februari 2025, kami memberlakukan dan mengaktifkan Stasiun Padalarang sebagai titik pemberhentian baru pada perjalanan Papandayan, Pangandaran, dan Harina,” tandas Ayep Hanapi, Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.
Ayep Hanapi melanjutkan, aktivasi Stasiun Padalarang sebagai titik pemberhentian baru Papandayan, Pangandaran, dan Harina itu membuktikan betapa seriusnya pihaknya berkomitmen melayani dan mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Mantan Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon ini mengatakan, seiring dengan hal itu, mulai 1 Februari 2025, masyarakat di wilayah KBB bisa bepergian menggunakan kereta dari Stasiun Padalarang.
Baca Juga: Legislator Ini Dorong Pemerintah Sukabumi Sukseskan Program MBG
Pihaknya menyatakan, aktifnya Stasiun Padalarang sebagai titik pemberhentian ketiga rangkaian itu bisa semakin menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, katanya, kebutuhan transportasi masyarakat pun, khususnya di wilayah KBB, lebih terakomodir.
Jadwal Keberangkatan dari Stasiun Padalarang
– Harina (Bandung-Surabaya Pasarturi): pukul 10.06 WIB
– Papandayan (Garut-Bandung-Gambir): pukul 15.17 WIB
– Pangandaran (Banjar-Bandung-Gambir): pukul 22.21 WIB
Tarif tiket Harina
– Eksekutif: Rp630-Rp650 ribu
– Ekonomi: Rp350-Rp370 ribu
Tarif tiket Papandayan
– Panoramic: Rp675 ribu
– Eksekutif: Rp315-385 ribu
– ekonomi: Rp195-240 ribu
Tarif tiket Pangandaran
– Panoramic: Rp625 ribu
– Eksekitif: Rp370-455 ribu
– Ekonomi: Rp225-Rp275 ribu. (win)
