KESATU.CO, PURWAKARTA – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Purwakarta mulai berdampak serius pada ketersediaan air bersih warga.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, bergerak cepat dan menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan masyarakatnya menderita akibat krisis air.
Dikutip oleh Media Kesatu.co dari unggahan di akun TikTok pribadi miliknya, Om Zein terlihat turun langsung ke lapangan untuk memimpin pendistribusian air bersih.
Tak tanggung-tanggung, puluhan armada tangki air langsung dikerahkan ke titik-titik lokasi terdampak kekeringan paling parah.
Gerak Cepat di Desa Batutumpang
Salah satu lokasi prioritas yang dikunjungi Om Zein beserta rombongan armada tangki adalah Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru. Wilayah ini diketahui menjadi salah satu daerah langganan kekeringan setiap kali musim kemarau tiba.
Saat ikut berjibaku membagikan air bersih secara langsung kepada warga yang mengantre dengan wadah penampungan, Om Zein menegaskan sikap pantangnya melihat rakyat kesusahan.
Ia menyatakan tidak rido jika ada warga Purwakarta yang harus mengeluh dan kesulitan hanya untuk mendapatkan hak dasarnya, yaitu air bersih.
“Baru 3 bulan kemarau, Desa Batutumpang, Kecamatan Tegalwaru selalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” tegas Om Zein dalam keterangannya.
Aksi sigap ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang selama beberapa pekan terakhir terpaksa membatasi penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Peringatan Keras: Stop Tebang Pohon dan Rusak Hutan!
Namun, bantuan air bersih ini bukanlah satu-satunya fokus Om Zein. Di tengah kesibukannya membagikan bantuan, Bupati Purwakarta ini memberikan peringatan keras dan pesan menohok kepada seluruh lapisan masyarakat terkait akar permasalahan kekeringan tersebut.
Menurut Om Zein, bantuan armada tangki air hanyalah solusi jangka pendek. Masalah krisis air tidak akan pernah selesai jika perilaku merusak lingkungan, terutama penebangan pohon secara liar, masih terus dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Ia mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi menghadapi ancaman kemarau panjang yang bisa terjadi kapan saja di masa depan.
“Om Zein ingatkan, stop tebang pohon! Karena ke depan akan semakin parah jika kebiasaan tebang pohon dan merusak hutan tidak dihentikan,” tambahnya dengan nada tegas.
Pohon dan hutan, menurutnya, adalah spons alami bumi yang bertugas menyerap serta menyimpan cadangan air tanah. Jika pembalakan liar dan perusakan lingkungan terus dibiarkan, debit air tanah akan terus menyusut, sehingga bencana kekeringan serupa akan berulang dengan dampak yang jauh lebih parah setiap tahunnya.
Komitmen Penanganan Kekeringan Berkelanjutan
Langkah responsif pimpinan daerah ini tidak berhenti pada pembagian air secara temporer. Pemerintah Kabupaten Purwakarta berkomitmen untuk terus memetakan daerah-daerah rawan krisis air bersih di seluruh wilayah kecamatan demi memastikan pasokan air darurat dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Di sisi lain, edukasi mengenai pentingnya penghijauan (reboisasi) serta perlindungan kawasan resapan air akan terus digencarkan. Masyarakat diajak aktif melaporkan jika melihat adanya aktivitas pembalakan liar yang berpotensi merusak sumber mata air warga.
Dengan kesiapan armada tangki yang terus beroperasi di titik-titik krusial dan ketegasan mengawal kelestarian lingkungan, Om Zein berharap masalah krisis air di Purwakarta dapat teratasibaik secara jangka pendek melalui bantuan darurat, maupun jangka panjang melalui pemulihan ekosistem hutan.***
