KESATU.CO – BANDUNG, Setiap korporasi, tentunya,, memiliki misi dan target besar agar terus menorehkan kinerja dan performa gemilang.
Begitu pula dengan korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkatagori industri strategis nasional, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu silam, terungkap bahwa PT PLN (Persero) punya misi yang cukup agresif pada 2025.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero), menginformasikan, realisasi penjualan listrik hingga Oktober 2024 mengalami pergerakan positif sebesar 6,8 persen secara tahunan atau posisi kapasitas daya terpasangnya menjadi 16,36 Tera Watt hour (TWh).
Sedangkan pada 2025 , ungkap dia, pihaknya mencanangkan penjualan energi listrik yang lebih kapasitas lebih besar daripada tahun ini.
“Targetnya (penjualan listrik 2025) yakni lebih besar 6,7 persen daripada prognosa tahun ini atau menjadi 327,7 TWh,” tandas Darmawan Prasodjo.
Apabila mengacu pada realisasi permintaan pada periode 2015-2019, aku Darmawan Prasodjo, pencanangan target penjualan listrik 2025 sebesar 6,7 persen, memang cukup agresifnya.
Baca Juga: Terus Bersinar, Bos Bank BJB Ungkap Jurus Rahasianya: Inovasi dan Diversifikasi Bisnis
Pasalnya, jelas Darmawan Prasodjo, persentase perkembangan permintaan dan pemenuhan kebutuhan energi listrik pada 2015-2019 pada posisi 4,5 persen per tahun.
Lalu, apa yang mendasari PT PLN (Persero) mencanangkan penjualan listrik yang cukup agresif pada 2025?
Darmawan Prasodjo menjelaskan, bertambahnya kapasitas penjualan energi listrik bisa memperkuat dan memperkokoh finansial korporasi Merah Putih tersebut.
Sebagai gambaran, kata dia, penjualan listrik sebesar 1 TWh membuat revenue atau penghasilan bertambah, yang nominalnya masif. ” Yaitu, sekitar Rp 1,65 triliun,” ungkap Darmawan Prasodjo. (win)
