KESATU.CO, GARUT – Reformasi birokrasi harus berfokus pada pelayanan nyata, bukan sekadar seremonial. Ia mengingatkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) belajar dari berbagai kejadian di daerah lain, di mana protes masyarakat muncul akibat ketidakpuasan terhadap pelayanan pemerintah.
Demikian hal tersebut disampaikan, Wakil Bupati Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina, saat memimpin apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin.
Baca Juga: Hari Pertama Bazar Murah Andir, Hadirkan Berbagai Sembako Murah
Lebih lanjut Putri menegaskan, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk responsif dan kreatif dalam menanggapi kritik masyarakat.
“Sekarang masyarakat kreatif, punya banyak cara untuk menyampaikan kritik bahkan membongkar praktik yang tidak baik. Kalau kita tidak kreatif menyelesaikan masalah, itu bisa jadi bumerang,” ujar, menantu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Iptek untuk Indonesia Emas
Dia juga menyoroti kebiasaan seremonial berlebihan saat kunjungan pimpinan. Ia meminta agar acara kunjungan berjalan alami tanpa rekayasa atau modifikasi.
“Saya ingin melihat posyandu berjalan seperti aslinya, bukan dibuat-buat untuk menyambut kunjungan. Tujuan saya datang adalah memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Baca Juga: Alun-alun Bandung Ditutup Total Empat Bulan, Pemkot Lanjutkan Penataan Tahap II
Putri menambahkan, saat kunjungan kerja, penanggung jawab setiap bagian harus hadir di lokasi agar informasi yang dibutuhkan bisa diperoleh langsung dan akurat.
“Yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri. Mari berikan pelayanan terbaik dan bekerja dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya. ***
