KESATU.CO – BANDUNG, Meski belum seagresif produk bersistem Internal Combustion Engine (ICE) atau pembakaran internal, kendaraan berbasis elektrik, baik berkonsep full Electric Vehicle (EV), Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Battery Electric Vehicle (HEV) terus menunjukkan geliatnya.
Indikatornya, beberapa Agen Pemegang Merek (APM) cukup aktif merilis sejumlah varian berskema elektrik.
Melihat hal itu, APM Mazda Motor Corporation, yakni PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) memutuskan untuk turut menyemarakkan pasar kendaraan elektrifikasi.
Baca Juga: Sempurnakan Sistem Keamanan dan Pelayanan, KAI Aktifkan Face Recognition di Stasiun Kiaracondong
Informasinya, PT EMI menyiapkan produk EV dan HEV. “Rencananya, kami merilis kendaraan listrik dan hybrid apda akhir 2024 atau awal 2025” tandas Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI, kepada media saat jumpa pers Mazda Power Drive 2024.
Khusus varian berbasis HEV, jelas Ricky Thio menjelaskan, model tersebut memiliki perbedaan dengan pendahulunya yang berskema Mild Hybrid, Mazda CX-60.
Ricky Thio mengungkapkan, varian HEV terbaru yang segera mengaspal di tanah air tersebut adalah model global dan memiliki powertrain strong hybrid.
Sayangnya, sang bos PT EMI imasih merahasiakan model-model elektrifikasi yang mereka siapkan untuk meramaikan pasar otomotif nasional tersebut.
Akan tetapi, pernyataan Ricky Thio itu mengisyaratkan bahwa kemungkinannya, Mazda MX-30, EV pertama Mazda Motor Corporation, menjadi rujukan kendaraan go green terbaru tersebut.
Dasar isyarat itu yakni saat bergulirnya pentas Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023, PT EMI memperkenalkan Mazda MX-30. (*)
