KESATU.CO – BANDUNG, Sejatinya, banyak moda transportasi yang bisa dimanfaatkan publik untuk bertamasya. Satu di antaranya yakni kereta wisata.
Lalu, seberapa besar animo publik menggunakan kereta wisata untuk pelesiran?
Wawan Ariyanto, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Wisata alias PT KAI Wisata, mengungkapkan, selama periode Januari-Agustus 2024, pihaknya melayani 772.313 orang penumpang.
Wawan Ariyanto melanjutkan, volume penumpang selama delapan bulan perdana 2024, itu, sebanyak 11.121 orang menggunakan pola perjalanan individu.
“Untuk pola charter, selama Januari-Agustus 2024, kami mengaktifkan 381 kereta wisata,” tandas Wawan Ariyanto.
Pada periode itu, kata dia, sebanyak 417.135 orang menggunakan kereta wisata untuk mengunjungi Lawnag Sewu Semarang.
Lalu, sebanyak 99.266 orang traveller, sambung Wawan Ariyanto, memanfaatkan kereta wisata untuk pelesiran ke Museum Ambarawa.
Dia meneruskan, sebanyak 58.676 orang traveller lainnya memanfaatkan fasilitas Shower n Locker yang berasa pada empat titik.
Yaitu, ucapnya, Stasiun Gambir serta Slasar Malioboro Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masing-masing sebanyak 25.971 orang dan 25.367 orang.
Kemudian, fasilitas Shower n Locker Stasiun Pasar Senen serta Surabaya Gubeng, masing-masing sejumlah 4.971 orang, dan 2.367 orang.
Baca Juga: Dua Kabar Terbaru Bank Indonesia: Pangkas Suku Bunga Acuan dan Melejitnya Kredit Perbankan
Selain itu, tuturnya, ribuan traveller pun memanfaatkan fasilitas yang disediakan pihaknya untuk berwisata. Yaitu, sebut Wawan Ariyanto, sebanyak 12.310 orang traveler memanfaatkan Rail Transit Suite Gambir sebagai tempat menginap.
“Begitu juga dengan fasilitas Luxury Lounge, yang dinikmati sebanyak 12.310 orang yang menginap. Bahkan, pada Januari-Agustus 2024, Luxury Lounge pada delapan stasiun, disemarakkan 173.424 orang penumpang kereta api jarak jauh,” papar dia.
Kedelapan stasiun tersebut, ujar, yakni Gambir, Cirebon Kejaksan, Purwokerto, Solo Balapan, Tugu Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Kota Baru Malang.
Seluruh perjalanan kereta wisata itu, imbuh Wawan Ariyanto, melintasi dia jalur utama,. Yakni, ucap dia, jalur Utara dan selatan
Melihat perkembangan positif itu, Wawan Ariyanto berpendapat, kereta wisata, merupakan moda transportasi favorit para traveller.
Karenanya, cetus Wawan Ariyanto, pihaknya berkomitmen kuat untuk terus menjadi penyedia jasa bagi masyarakat, utamanya para penyuka traveling baik wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)
