KESATU.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar untuk kesejahteraan rakyat.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri Upacara Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum di Gedung Sate, Bandung, Rabu (3/12/2024).
KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, menyampaikan sektor Pekerjaan Umum sangat dekat dengan kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari jalan yang mulus, bendungan dan irigasi yang terurus, hingga ketersediaan air bersih dan permukiman layak.
Baca Juga: Hadapi Puncak Musim Hujan, BPBD Imbau Warga Jabar Tingkatkan Kewaspadaan
“Semoga Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara bertahap mampu mewujudkan seluruh mimpi itu,” ujar Gubernur Jabar tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengajak masyarakat menjaga alam sebagai syarat utama keberlanjutan pembangunan infrastruktur.
KDM menekankan agar masyarakat menghentikan praktik penambangan liar, pengerukan tanah di gunung, serta pembalakan pohon yang tidak terkendali.
Baca Juga: Cegah Bencana, Gubernur Dedi Mulyadi Larang Tebang Pohon di Jabar
“Jika bencana datang, yang sering menjadi korban adalah orang-orang yang tidak berdosa. Kita harus sadar bahwa kita ini makhluk bumi. Jangan merusak bumi, apalagi hanya untuk mengambil isi perutnya,” tegas KDM.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam amanatnya menegaskan pentingnya memperkuat nilai pengabdian, menjaga integritas, dan mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai mandat utama pelayanan publik.
“Peringatan Hari Bakti ke-80 terasa istimewa karena melambangkan kontinuitas pengabdian lintas generasi, membangun kembali spirit dan nilai perjuangan kita semua,” ujarnya.
Baca Juga: SMK Go Global, Jabar Cetak Talenta Pasar Kerja Internasional
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Dalam amanatnya, ia menegaskan pentingnya memperkuat nilai pengabdian, menjaga integritas, dan mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai mandat utama pelayanan publik.
“Peringatan Hari Bakti ke-80 terasa istimewa karena melambangkan kontinuitas pengabdian lintas generasi, membangun kembali spirit dan nilai perjuangan kita semua,” ujarnya.
Menteri Dody menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut dirangkum dalam Sapta Bakti Insan PU yang menjadi landasan kerja seluruh jajaran.
Dalam tujuh pesan dalam Sapta Bakti Insan PU, dimulai dari penguatan kinerja yang adaptif, cepat, dan efisien. Ia menegaskan bahwa integritas adalah marwah insan PU dan menjadi fondasi setiap pembangunan.
Dody juga mengingatkan bahwa pekerjaan di sektor PU memiliki dampak langsung pada masyarakat sehingga seluruh jajaran wajib bekerja dengan empati serta menjaga pemerataan pembangunan hingga desa terpencil, wilayah pesisir, dan daerah perbatasan.
Ia menekankan pentingnya keselamatan, mutu, dan akuntabilitas sebagai standar utama setiap proyek infrastruktur. Selain itu, ia mendorong hadirnya inovasi progresif melalui metode, teknologi, dan desain baru untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Baca Juga: Wagub Erwan Minta ASN Jabar Fokus Pelayanan Publik, Jangan Jadi Penjilat
Dody menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut diperlukan agar pembangunan nasional berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Tujuh pesan ini menjadi pondasi dan etos kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ke depan,” katanya.
Menutup Sapta Bakti, Menteri Dody mengingatkan pentingnya memelihara semangat pengabdian. “Pengabdian itulah jiwa dari Hari Bakti Kementerian PU,” ungkapnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kepala Desa Buktikan Jabar Istimewa Lewat Aksi Nyata
Ia menjelaskan bahwa semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk implementasi strategi PU 608 yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pembangunan nasional.
“PU 608 memerlukan komitmen tinggi untuk menerapkan standar yang lebih baik, termasuk menurunkan incremental capital output ratio di bawah enam,” jelasnya.
Menteri PU juga menegaskan peran sektor Pekerjaan Umum dalam mendukung target nasional.
Baca Juga: Wagub Jabar Ajak ASN Tunjukkan Empati pada Korban Banjir Sumatera
“Kita wajib berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem menuju nol persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju delapan persen pada 2029,” katanya.
Ia memastikan pelaksanaan strategi PU 608 akan menjadi kontribusi nyata Kementerian PUPR dalam mengawal visi Indonesia Emas 2045.***
