KESATU.CO – Perkembangan industri e-sport di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Tidak lagi dipandang sekadar aktivitas bermain gim, e-sport kini telah menjadi salah satu jalur karier yang diminati Generasi Z. Fenomena tersebut menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam film Nobody Loves Kay, yang terinspirasi dari perjalanan atlet e-sport profesional Kairi ONIC.
Film ini tidak hanya mengisahkan perjuangan seorang pemain gim profesional, tetapi juga mengajak masyarakat melihat lebih dekat kehidupan para atlet e-sport yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Di balik prestasi dan popularitas yang mereka raih, terdapat kerja keras, disiplin, serta komitmen yang tidak kalah berat dibandingkan profesi lainnya.
Pemeran Amanda dalam film tersebut, Aurora Ribero, mengaku memperoleh pemahaman baru tentang dunia e-sport setelah terlibat dalam proyek ini. Sebagai seseorang yang bukan berasal dari kalangan gamer, ia mengaku cukup terkejut melihat besarnya perkembangan industri tersebut.
“Melalui film ini saya jadi lebih memahami sudut pandang para gamer. Ternyata mereka tidak hanya bermain-main, tetapi benar-benar serius dan memiliki passion yang kuat terhadap apa yang mereka jalani,” ujarnya.
Senada dengan Aurora, Melati Sesilia menilai film ini dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang belum mengenal dunia e-sport, terutama kalangan orang tua. Menurutnya, banyak generasi yang lebih tua masih menganggap prestasi hanya dapat diraih melalui jalur akademik.
Padahal, perkembangan zaman telah melahirkan berbagai profesi baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Salah satunya adalah profesi sebagai atlet e-sport profesional yang kini mampu memberikan peluang karier dan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Tidak ada yang salah dengan pandangan yang mengutamakan pendidikan. Namun sekarang banyak pilihan karier baru yang bisa ditekuni anak-anak. Yang penting mereka memiliki komitmen dan kesungguhan,” kata Melati.
Baca Juga: Wagub Erwan Dukung Kuliner Lokal Hadir di Mal Modern
Sementara itu, Ayastrophiile menambahkan bahwa masyarakat perlu melihat lebih jauh kehidupan para atlet e-sport. Menurutnya, publik sering kali hanya melihat sisi popularitas dan kesuksesan mereka, tanpa mengetahui proses panjang yang harus dijalani.
“Para atlet e-sport juga menjalani latihan rutin dan disiplin yang ketat. Mereka bekerja keras untuk mencapai prestasi,” ujarnya.
Melalui Nobody Loves Kay, publik diajak untuk lebih terbuka terhadap pilihan dan potensi yang dimiliki Generasi Z. Film ini menyampaikan pesan sederhana namun penting: orang tua perlu hadir, mendengarkan, dan memahami mimpi anak-anak mereka. Sebab, di era digital saat ini, kesuksesan tidak lagi hanya lahir dari satu jalur, melainkan dari keberanian menekuni bidang yang benar-benar dicintai.
