KESATUCO – Anggota DPRD Kota Sukabumi, Abdul Kohar, menyoroti Program BESTARI yang menargetkan pengiriman 3.500 warga Sukabumi ke luar negeri pada 2026.
Menurutnya, program ini berpotensi menjadi eksportir manusia dan mengabaikan kualitas sumber daya manusia lokal.
Dalam unggahan TikTok resminya, @abdulkohar78, dirinya menekankan pentingnya kualitas manusia yang dikirim ke luar negeri.
Baca Juga: Ancaman Megathrust Menguat, DPRD Desak Jalur Utara Palabuhanratu Segera Dibangun
“Menjual tenaga otot ke luar negeri itu pola pikir abad ke-19. Di era digital dan AI, kita harus fokus pada kedaulatan ekonomi dan mencetak generasi yang kuat mental, unggul skill, serta kokoh karakter,” ujarnya.
Data BPS menunjukkan 14.563 pengangguran di Kota Sukabumi, 8.000 di antaranya adalah generasi Z.
Abdul Kohar menegaskan, program pengiriman tenaga kerja jangan hanya dilihat sebagai angka, tetapi sebagai cerminan kesiapan pemerintah membangun ekosistem ekonomi lokal.
Baca Juga: Krisis Personel Satpol PP Sukabumi, DPRD Ingatkan Ancaman Serius terhadap Ketertiban Umum
Politisi ini juga menekankan tiga langkah penting. Hal itu seperti transformasi warga global, di mana anak muda harus siap bersaing di tingkat dunia dengan karakter dan kompetensi kuat.
“Revolusi SDM diperlukan. Dalam hal ini, pelatihan bukan sekadar menjadi buruh, tetapi meningkatkan intelegensi agar menjadi subjek, bukan objek,” ucapnya.
Hal yang sangat penting juga ialah industrialisasi lokal. Dalam hal ini, investasi besar harus masuk ke Sukabumi agar generasi lokal membangun tanah kelahirannya.
Baca Juga: Di Balik Arah Pembangunan Kota Sukabumi, PPEPD Bappeda Pastikan Perencanaan Tepat Sasaran
“Bukan dipaksa merantau demi sesuap nasi,” ungkapnya.
Abdul Kohar mengingatkan, Jangan sampai target 3.500 tercapai, tapi kita kehilangan generasi terbaik.
“Rakyat butuh solusi yang bermartabat, bukan sekadar jalan menuju bandara,” pungkasnya.
