KESATUCO – Maraknya aktivitas di luar fungsi utama Lapang Merdeka mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Danny Ramdhani.
Ia menegaskan bahwa Lapang Merdeka sejatinya merupakan ruang publik yang harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas, khususnya sebagai sarana olahraga dan kegiatan resmi pemerintah.
Menurut Danny, sejak awal Lapang Merdeka dirancang sebagai pusat aktivitas olahraga masyarakat. Berbagai kegiatan seperti lari, jalan santai, senam, hingga olahraga atletik lainnya menjadi fungsi utama kawasan tersebut. Selain itu, fasilitas penunjang seperti lapangan voli, basket, hingga area skateboard juga diperuntukkan bagi aktivitas fisik warga.
“Fungsi utama Lapang Merdeka adalah untuk olahraga masyarakat. Itu yang harus dijaga. Di sisi lain, lapang ini juga digunakan untuk kegiatan pemerintahan seperti upacara bendera, peringatan hari besar, sholat Id, dan kegiatan keagamaan maupun sosial lainnya,” ujar Danny.
Namun demikian, Danny menilai saat ini terjadi pergeseran fungsi akibat menjamurnya aktivitas lain di luar tujuan tersebut.
Keberadaan pedagang yang tidak tertata, penyewaan kendaraan listrik, hingga penggunaan perangkat suara berkapasitas besar dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Kukuhkan Jabatan Manajerial, Penataan SOTK Perkuat Kinerja Perangkat Daerah
Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip K3, yakni Keamanan, Kebersihan, dan Ketertiban, sebagai tolok ukur utama dalam pengelolaan Lapang Merdeka.
“Pemerintah daerah dan masyarakat harus jujur menilai, apakah kondisi sekarang sudah aman,bersih, dan nyaman bagi semua pengunjung?” katanya.
Terkait munculnya pagar di sekeliling Lapang Merdeka, Danny berharap kebijakan tersebut benar-benar bertujuan untuk pengendalian dan penataan kawasan, bukan sekadar perubahan fisik semata.
Baca Juga: Terima Kunjungan Silla University, Wabup Sukabumi Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Promosi Daerah
Ia menilai edukasi kepada masyarakat jauh lebih penting agar kesadaran menjaga ruang publik dapat tumbuh bersama.
“Bukan soal ada pagar atau tidak, tapi bagaimana pemerintah mengedukasi masyarakat agar Lapang Merdeka tetap tertib, bersih, dan nyaman,” imbuhnya.
Danny berharap, memasuki awal tahun 2026, warga Kota Sukabumi dapat kembali merasakan Lapang Merdeka sebagai ruang publik yang sehat, nyaman, dan sesuai dengan fungsi aslinya.
