KESATU.CO – BANDUNG, Eksistensi dan peran para pelaku Usaha Mikro-Kecil-Menengah (UMKM) bagi perekonomian begitu krusial.
Karena itu, banyak korporasi, tidak terkecuali yang berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) aktif dan gencar menggeliatkan sektor UMKM. Satu di antaranya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).
Di Jabar, PT PLN (Persero) punya beragam kiat agar eksistensi UMKM terus bergairah sehingga lebih berdaya saing. Satu caranya, menyalurkan bantuan berupa Cold Storage di Kabupaten Garut.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jabar, Agung Murdifi, mengemukakan, penyaluran bantuan The Cold Storage ini yang terkemas dalam agenda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menunjukkan bahwa pihaknya sangat berkeinginan untuk turut aktif mendukung, mengakselerasi, dan mengakselerasi tercapainya program Asta Cita Ketahanan Pangan yang dicetuskan Presiden Republik Indonesia 2024-2029, Prabowo Subianto.
“Melalui bantuan Cold Storage ini, harapannya, tidak hanya lebih menggeliatkan UMKM, khususnya kalangan nelayan, demi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga turut memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya, komoditas perikanan,” tandas Agung Murdifi.
Baca Juga: Layani Jutaan Penumpang, Begini Jurus KAI Commuter Biar Makin Favorit: Tambah Perjalanan
Pria berkacamata ini meneruskan, penyaluran bantuan di Desa Samudera Jaya Kabupaten Garut itu juga upaya jajarannya agar perekonomian masyarakat pesisir lebih bergeliat.
Barnas Adjidin, Bupati Garut, merespon penyaluran bantuan The Cold Storage tersebut. Dia berpendapat, bantuan The Cold Storage bisa menjadi trigger bagi sektor perikanan, khususnya, di wilayah Kabupaten Garut.
Dia menilai, The Cold Storage juga bisa memperkuat kualitas perikanan. Pasalnya, jelas dia, The Cold Storage merupakan fasilitas penyimpanan yang membuat kualitas ikan para nelayan tetap baik.
“Apabila kualitas ikan para nelayan tetap baik, tentunya, daya saing semakin kuat. Imbasnya secara ekonomi, harga jual lebih stabil dan kompetitif. Efeknya, menunjang perekonomian para nelayan,” papar Barnas Adjidin. (win)
