KESATUCO – Stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Sukabumi semakin terjaga. Hal itu tercermin dari laju inflasi tahunan (year on year) Kota Sukabumi pada Mei 2026 yang berada di angka 2,88 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Barat sebesar 3,07 persen dan nasional 3,08 persen.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah karena berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan inflasi yang terkendali, daya beli warga dapat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terjadi.
Padahal, pada Februari 2026 lalu, inflasi Kota Sukabumi sempat mencapai 3,74 persen. Kenaikan harga saat itu dipengaruhi meningkatnya permintaan menjelang hari raya, gangguan distribusi akibat cuaca, kenaikan biaya logistik, hingga dampak kondisi ekonomi dan energi global.
Baca Juga: Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Kali Secara Berturut-turut dari BPK RI
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan, keberhasilan menekan inflasi merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan masyarakat.
“Ini bukti kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama masyarakat. Meski sempat naik di awal tahun, kita berhasil menekan inflasi hingga lebih rendah dari provinsi dan nasional,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Ayep, inflasi yang terkendali bukan sekadar angka statistik, tetapi berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat. Ketika harga kebutuhan pokok relatif stabil, masyarakat dapat berbelanja dengan lebih tenang dan aktivitas ekonomi pun berjalan lebih sehat.
Baca Juga: Judi Daring Anak, Negara Jangan Kalah Cepat dari Bandar
Untuk menjaga kondisi tersebut, Pemkot Sukabumi terus melakukan berbagai langkah pengendalian, mulai dari operasi pasar, pemantauan harga harian di pasar tradisional dan modern, hingga koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait ketersediaan pasokan barang.
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi yang bijak agar gejolak harga dapat diminimalkan.
“Pemerintah Kota Sukabumi akan selalu berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan harga kebutuhan tetap terjangkau,” pungkasnya.
