KESATUCO – Direktur Utama Bank Sampah Kota Sukabumi (Bank Sammi), Yusi Yulistiawati menyebutkan, sampah memiliki nilai ekonomi yang besar bisa dikelola dengan baik. Bahkan, tumpukan sampah di TPA Cikundul dianggap sebagai gunung emas bagi sebagian orang.
“TPA Cikundul pernah menarik perhatian delegasi Jepang dan Thailand. Mereka menyebut tumpukan sampah itu sebagai gunungan emas. Ini menunjukkan bahwa nilai ekonomi sampah sangat besar jika dikelola dengan benar,” ujarnya dalam kegiatan edukasi konversi sampah menjadi tabungan emas yang digagas Pegadaian Bank Sampah Unit (BSU) Mandiri di Perumahan Taman Asri, Sabtu, 5 Juli 2025.
Atas hal itu pula, edukasi pemilahan sampah terus digalakan. Hal itu demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah agar menjadi rupiah.
Baca Juga: Hadiri Konferensi PGRI, Budi Azhar : Saya Bisa Berdiri Di Sini Berkat Didikan Guru
“Kami terus mengedukasi dan kesdaran masyarakat sudah mulai tumbuh. Kini mereka diedukasi lebih lanjut untuk mengonversi nilai rupiah hasil sampah menjadi emas,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendirian BSU Mandiri merupakan bagian dari program nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memperluas cakupan bank sampah induk.
”Kami berikan pendampingan, sosialisasi, dan edukasi. Saat ini sudah ada tiga BSU aktif dan 34 mitra dengan total 300 nasabah,” tandasnya.
Baca Juga: Di Konferensi PGRI, Bupati Sukabumi Berbicara Masa Depan Pendidikan
Pimpinan Pegadaian Cabang Sukabumi, Epi Rustandi mengatakan, program ini sejalan dengan visi Pegadaian dalam menciptakan masyarakat yang gemar menabung sekaligus peduli lingkungan.
Melalui skema Clean and Gold, masyarakat diajak untuk memilah dan menyetor sampah ke BSU Mandiri yang kemudian dikonversi ke tabungan emas.
”Sampah yang terpilah dan terkumpul bisa menjadi tabungan emas. Artinya, dari kegiatan bersih-bersih di rumah, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang nyata,” ungkapnya
Baca Juga: Sukses Bangun 3 Cabang, AgenBRILink Ini Bantu Petani Grobogan Akses Layanan Keuangan
Program ini bukan hanya mendorong pelestarian lingkungan, tapi juga memberi peluang penguatan ekonomi warga, khususnya nasabah bank sampah.
Bahkan, dari uang recehan hasil setor sampah, bisa tumbuh tabungan emas yang nilainya akan meningkat seiring waktu.
Ke depan, pihaknya berencana memperkuat kolaborasi dengan BSU Mandiri dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.
Baca Juga: HiLo Gaungkan #NabungOtot di Hari Sarcopenia Sedunia Lewat HiLo Strong Fest 2025
”Kami sedang siapkan skema teknis kerja sama. Yang utama sekarang, kami bantu fasilitasi pembukaan tabungan emas bagi para nasabah agar lebih mudah diakses,” pungkasnya.
