KESATU.CO – Peraih Nobel Ekonomi Paul Romer menekankan pentingnya ekosistem yang kuat bagi UMKM dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD, Tangerang (30/1). Hal ini sejalan dengan komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang telah membina 4.327 Desa BRILiaN hingga akhir 2024 sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Jika ingin serius membantu banyak usaha kecil berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang lebih besar di Indonesia, maka yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menciptakan tempat-tempat di mana usaha kecil ini dapat berkembang dan berhasil,” ungkap Romer.
Pakar ekonomi peraih Nobel itu menggarisbawahi bahwa kesuksesan UMKM tidak hanya bergantung pada bantuan keuangan semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung UMKM untuk meningkatkan skala usaha dan berintegrasi dengan sektor ekonomi lainnya secara efektif.
Baca Juga: Serbu BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Ribuan Produk Lokal Unik, Musik Asyik, dan Kesempatan Bisnis Menanti!
BRI sendiri telah menghadirkan program unggulan Desa BRILiaN yang berfungsi sebagai inkubator pengembangan desa. Program ini dibangun di atas empat pilar utama, yakni penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan keberlanjutan. Pencapaian program ini terbilang signifikan, dengan jumlah desa binaan meningkat dari 3.178 desa menjadi 4.327 desa dalam setahun terakhir.
Sebagai agent of development, BRI tidak hanya berhenti pada pemberdayaan desa. Bank pelat merah ini juga mengembangkan program Klasterkuhidupku yang fokus pada penguatan kelompok usaha mikro. Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan usaha serta bantuan sarana dan prasarana yang diberikan secara selektif.
Dengan mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan dalam hyperlocal ecosystem, BRI berharap dapat menciptakan ekosistem konsolidasi mikro yang kokoh. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan UMKM dan meningkatkan daya saing mereka, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Baca Juga: Menko Airlangga Apresiasi BRI UMKM EXPO(RT) dan Microfinance Outlook 2025, Ini Alasannya
Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa BRI fokus kepada bisnis UMKM dan konsisten menumbuhkembangkan dan memberdayakan UMKM. Komitmen tersebut kami wujudkan antara lain melaui penyaluran kredit kepada UMKM sebesar Rp 1.106 triliun atau 82 persen dari total Kredit BRI yang sebesar Rp. 1.353 Triliun per September 2024.
Sunarso juga mengungkapkan bahwa integrasi pelayanan kepada Ultra mikro melalui Holding Ultra Mikro BRI, telah memperluas layanan kepada UMKM secara keseluruhan, sehingga saat ini telah menyalurkan kredit kepada total 50 juta nasabah UMKM, termasuk di dalamnya 36 juta nasabah Ultra mikro.
“Hasil riset BRI menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya melalui penyaluran kredit, tetapi membutuhkan pendampingan dan edukasi untuk menabung. Saat ini, BRI telah melayani lebih dari 180 juta rekening tabungan nasabah UMKM”, ungkapnya.
Sunarso pun menjabarkan berbagai Program Pemberdayaan UMKM yang telah dilakukan oleh BRI yang diantaranya adalah sebagai berikut:
1. AgenBRILink
Inisiatif BRI untuk sharing economic, melibatkan warung kelontong yang menjalankan fungsi perbankan dengan digitalisasi bisnis proses. Saat ini jumlah AgenBRILink telah mencapai 1,06 juta agen, dengan volume transaksi mencapai Rp1.589 Triliun
2. Desa BRILiaN
Merupakan program pengembangan ekonomi desa sesuai potensi spesifiknya (desa wisata, desa kerajinan, desa pertanian, dll.), saat ini jumlah Desa Brilian yang diberdayakan BRI telah mencapai 4.327 Desa.
3. PARI
Integrated Commodity Platform yang memberikan kemudahan bagi pelaku ekosistem berdasarkan komoditas. Saat ini telah terdapat 85.298 user PARI.
Baca Juga: BRI Peduli Berbagi Kebahagiaan di Tahun Baru Imlek 2025, Salurkan 2.000 Paket Sembako
4. Klasterku Hidupku
Program pemberdayaan berdasarkan kesamaan usaha dalam klaster/kelompok usaha. Saat ini jumlah klaster usaha yang diberdayakan BRI telah mencapai 33.804.
5. LinkUMKM
Merupakan Platform Online yang bertujuan membawa UMKM Indonesia naik kelas melalui rangkaian program pemberdayaan terpadu, dan saat ini telah digunakan 8,9 juta user LinkUMKM.
Baca Juga: BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM Nasional
6. Rumah BUMN
Wadah bagi kolaborasi BUMN dalam membentuk Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan UMKM. Saat ini BRI telah memiliki 54 rumah BUMN yang tersebar diseluruh Indonesia.***
