KESATU.CO – BANDUNG, Sebagai korporasi perbankan berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menorehkan performa dan kinerja mentereng merupakan keniscayaan bagi PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (Persero).
Karena itu, melalui berbagai upaya, termasuk transformasi digital, perbankan pelat merah ini terus menunjukkan geliatnya. Bahkan, perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) ini semakin kaya raya.
Kepada media, Royke Tumilaar, Direktur Utama PT BNI Tbk (Persero), pada jumpa pers pelaporan keuangan semester I 2024 belum lama ini, mengemukakan, hingga semester I 2024, pihaknya meraup laba bersih konsolidasi bernominal Rp10,69 triliun.
Perolehan laba bersih pada semester perdana 2024 itu jelas Royke Tumilaar, menggeliat 3,8 persen secara tahunan.
Kesuksesan jajarannya membukukan laba bersih bernilai Sultan tersebut, lanjut dia berkat kinerja apik beberapa kini bisnisnya.
Antara lain, sebutnya, penyaluran pembiayaan. Hingga semester awal 2024, PT BNI Tbk (Persero) menyalurkan pembiayaan yang lebih banyak 11,7 persen secara tahunan atau menjadi Rp726,98 triliun.
Hebatnya, nilai masif gelontoran pembiayaan itu diimbangi oleh perkembangan positif rasio Non-Performing Loan (NPL), yang posisinya 2 persen.
Baca Juga: Bulog Getol Salurkan Beras SPHP, Berapa Banyak Volumenya? Simak Penjelasan Sang Bos
Rasio NPL periode semester I 2024 itu lebih baik daripada semester pertama 2023. Kala itu, rasio NPL berada pada level 2,5 persen.
Kegemilangan PT BNI Tbk (Persero) pun, kata Royke Tumilaar, berkat pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), yang hingga Juni 2024, angkanya berada pada posisi Rp772,32 triliun atau 1 persen lebih besar daripada realisasi periode sama tahun sebelumnya.
Current Account-Saving Account (CASA) alias Dana murah, yang terdiri atas tabungan dan giro, tambah dia, menjadi kontributor DPK mayoritas, yakni Rp545,69 triliun atau menggeliat 2,5 persen secara tahunan.
Tidak hanya penyaluran kredit yang bertambah, Royke Tumilaar menginformasikan, nilai aset pun bergeliat.
“Hingga semester pertama 2024, PT BNI Tbk (Persero) punya aset lebih banyak 4,6 persen daripada semester awal 2023 atau menjadi Rp1.072,45 triliun,” ujar Royke Tumilaar. (*)
